Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juni 2017

Hukum Mencintai Orang Kafir



Hukum Mencintai Orang Kafir
"انك لن تهدي من احببت"
Allah berkata kepada Nabi Muhammad SAW sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk/Hidayah kepada orang yang engkau cintai.

Kata "ahbabta" adalah fi'il madi atau kata kerja masa lampau yang "mutsbit" bersifat menetapkan. Bahwa Allah menetapkan bahwa Nabi Muhammad SAW mencintai paman nya abu Thalib yang kafir dan wafat dalam keadaan tidak beriman.

Dari ayat Alquran ini, jelas bahwa muslim tidak lah dilarang untuk mencintai orang kafir, mencintai orang kafir bukanlah hal yang diharamkan. Karena Rasulullah SAW sendiri mencintai orang kafir. Begitu juga dalam ayat Alquran lain "wal muhshonatu minalladzina uutul kitab", mengatakan muslim boleh/halal menikahi wanita ahlul bait (Nasrani & Yahudi) dimana tidak mungkin jika menikah tapi tidak ada rasa cinta sedikit pun.

Namun cinta yang diperbolehkan ini selama bukan dalam permasalahan atau yang berkaitan dengan agama. Maksud cinta yang berkaitan agama adalah cinta yang menjadikan orang Kafir yang Anda cintai merusak agama Islam, seperti memberi rahasia pasukan muslimin kepada pasukan orang kafir, membantu dan memfasilitasi orang kafir yg Anda cintai membabtis orang muslim lain. Atau menjadikan orang kafir yg Anda cintai sebagai pemimpin strategis yang berkaitan dengan urusan maslahat kaum muslimin.

Apabila cinta Anda seperti contoh di atas, maka cinta itu adalah yang diharamkan dan dilarang oleh Allah, karena sudah bersinggungan dengan agama Islam dan maslahat kaum muslimin.

Senin, 12 Juni 2017

Hati-hati dengan memakan harta haram dan secara batil. (Part 2)


Hati-hati dengan memakan harta haram dan secara batil. (Part 2)
Sesuatu yang dibangun oleh suatu yang batil/haram/keburukan maka dia akan cenderung terus melakukan atau menimbulkan yang batil/haram/keburukan selanjutnya. Kecuali jika bertaubat dan mendapat Hidayah dan rahmat Allah SWT.

Saya pernah mendengar cerita langsung dari seorang petinggi yayasan di pondok pesantren. Bahwa ada beberapa pondok pesantren yang setiap tahun mendapat aliran dana haram hasil dari korupsi, suap atas proyek tender dari tokoh pejabat negara dan para politikus. Nominalnya mencapai 1 M lebih. Kiyai pondok pesantren itu tahu asal dana dari pejabat negara & politikus tsb, tapi tidak pernah menolak dengan alasan itu adalah hadiah, hibah sehingga boleh hukumnya. Karena yang menanggung dosa adalah pejabat negara & politikus tsb.

Rabu, 07 Juni 2017

Memakan Harta Haram dan Secara Batil. (Part 1)


Hati-hati dengan memakan harta haram dan secara batil. (Part 1)
Sesuatu yang dibangun oleh suatu yang batil/haram/keburukan maka dia akan cenderung terus melakukan atau menimbulkan yang batil/haram/keburukan selanjutnya. Kecuali jika bertaubat dan mendapat Hidayah dan rahmat Allah SWT.

Jika ada seseorang menjabat sebagai polisi dengan cara batil/haram/tidak dibenarkan secara syariat, maka dapat diprediksi kelakuan atau tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh aparat polisi tersebut (yang mendapat jabatan dgn cara haram/buruk) akan berbau yang batil/haram/buruk/busuk.
Jadi jangan heran, jika ada beberapa polisi yang suka mencari2 mangsa atau kesalahan orang yg berkendaraan, padahal tidak ada izin untuk merazia di jalan tempat polisi itu merazia.

Juga jangan heran jika ada polisi suka mengambil uang suap, agar diam tidak melakukan investigasi dan pemeriksaan atas suatu pidana yg dilakukan oleh seseorang.

Jangan heran juga jika ada polisi merekayasa palsu suatu tindak pidana terhadap seseorang.
Jangan heran kalau ada oknum polisi kelakuan nya melakukan hal-hal batil/haram/buruk di atas. Karena mereka mendapatkan jabatan nya dengan cara yang haram.

Ya Allah, kami berlindung pada Mu dari memakan harta yg haram, memakan harta secara batil. Semoga Allah menjauhkan kita dari hal-hal yang haram/batil/buruk.

Jika kita pernah memakan harta haram/dgn cara yg batil, maka segera lah bertaubat dari perbuatan tsb, selagi masih di bulan suci yang penuh ampunan/maghfirah dan rahmat Allah SWT.

Sabtu, 15 April 2017

Karakter Sufi


Orang paling sufi di dunia setelah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar AS-siddiq, gelar nya di Arab satu level di bawah Nabi Muhammad al-Amiin. Iman nya masih lebih besar dari gabungan iman seluruh iman kaum muslimin di muka bumi.

Abu Bakar juga orang yg paling lemah lembut, dan bahkan selalu memaafkan kesalahan2 orang lain, tapi abu bakar adalah orang yg paling terdepan jika agama Islam dilecehkan, paling keras dengan pemikiran sesat n nyeleneh, seperti pelecehan/pemikiran sesat yg mengatakan bahwa zakat bukan kewajiban Islam. Ia paling terdepan memerangi para pengingkar zakat, karena ia tahu bahwa dengan zakat, kaum muslimin akan makmur dan sejahtera serta mulia. Aksi abu bakar itu adalah untuk menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Jumat, 07 April 2017

Air Dan Rezeki


"Wahai manusia, apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yg menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan nya?" {QS. Al-Waqi'ah: 68}.


Terkadang manusia merasa lebih hebat dari Tuhan nya, lintasan pikiran negatif nya mendahului atas sesuatu di masa depan yg belum terjadi sehingga tidak mau melakukan sesuatu disebabkan pikiran negatif tersebut. Banyak orang gagal & tersesat dikarenakan rasa kekhawatiran & pikiran negatif atas suatu masa depan yg belum terjadi. 

Dahulu orang membunuh anak perempuan karena rasa takut di masa depan bahwa anak perempuan akan menjadi aib bagi keluarga. Sekarang, orang pun takut memiliki banyak keturunan karena takut tidak bisa menafkahi anak2 nya. Laki2 takut menikah (hubungan halal) hanya karena rasa takut nanti belum bisa menafkahi keluarga, begitu juga perempuan takut menikah karena calonnya belum mapan, takut dikhianati, Dipoligami dll. Begitu juga mertua takut menikahkan anak nya hanya karena calon nya belum memiliki pekerjaan, belum sarjana dll.

Mari renungkan ayat suci qur'an di atas, wahai manusia pendapat kalian tentang rezeki yang kalian dapatkan? apakah kalian yang menurunkan rezeki itu atau Kami yang menurunkannya?

#igislam #igalquran #igmuslim #islamicquotes #tafsirquran #igquotes #alquran#renungan #positivethinking

Kamis, 09 Maret 2017

Asy'ari Akidah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah



Ketika terjadi fitnah besar-besaran dalam masalah akidah, hingga Ateisme. Muncul Imam Abu Hasan Al-Asy'ary (cucu dari pada sahabat Nabi SAW abu Musa Al-Asy'ari) mengcounter serta meluruskan pemahaman-pemahaman akidah yang batil, seperti mensifati Allah sama dengan makhluk, pemahaman yang menentang tidak adanya Tuhan. 


Dengan hadirnya Imam al-asy'ari, yadhkuluna fi diinillah afwaaja, orang-orang tak beragama atau pun beragama selain Islam memeluk agama Islam secara berbondong-bondong, pemahaman-pemahaman sesat dan menghinakan dzat Allan SWT padam bagai api disiram air. Hingga Imam al-asy'ari dikenal sebagai Imam ahlu sunnah wal jama'ah dan akidah asy'ari dikenal sebagai akidah ahlu sunah wal jama'ah, akidah yang sesuai dengan petunjuk Alquran dan sunnah. Para ulama-ulama besar setelah nya semua mengikuti akidah yg dijabarkan oleh imam asy'ari. 

Hingga datang lah seorang yg bernama Muhammad bin Abdul Wahab, yang kembali menebar fitnah dalam akidah, membid'ahkan kaum muslimin dan para ulama. Bukannya mengislam kan orang, tetapi kerjaaan nya adalah mengeluarkan orang dari Islam, menuduh kaum muslimin sebagai musyrik, pelaku bid'ah yang tempat nya di neraka, bahkan hingga kafir yg darahnya halal utk dibunuh. Na'udzubillah. Akidah Muhammad bin Abdul Wahab ini lah yang kemudian dikenal sebagai akidah wahabi. Hobi nya membuat keributan dan perpecahan di antara kaum muslimin. 


Semoga kita terhindar dari akidah sesat ini.

Jumat, 24 Februari 2017

Logika Wahabi yang Menyimpang



==Logika Wahabi==

1. Allah berfirman : {نسوا الله فنسيهم} (Mereka melupakan Allah, kemudian Allah pun melupakan mereka.).

Kata wahabi: Kami mengimani ayat tersebut sebagaimana tertulis, kami tidak akan pernah mentakwil ayat-ayat Allah, kami mengimani Allah punya sifat lupa, cuma makna lupa tersebut hanya Allah yang tahu, bagaimana atau seperti apa lupanya Allah hanya Allah yang tahu. (emoticon senyum)

2. Allah berkata dalam hadits qudsi riwayat Imam Muslim : "Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk Ku". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimana saya menjenguk Mu sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam ?". Dia berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu Fulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya ?, Tidakkah kamu mengetahui, seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati Aku di sisi nya. Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?". Allah berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hambaKu si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya ? Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku ? Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku". Ia berkata : "Bagaimanakah saya memberi minum kepada Mu sedang kamu adalah Tuhan alam semesta ?". Allah berfirman : "Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, niscaya kamu mendapatinya di sisi Ku".

Kata Wahabi: Kami mengimani perkataan Allah sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an dan hadits qudsi, kami tidak mentakwilnya, kami mengimani sebgaimana zhahirnya. Kami mengimani Allah punya rasa sakit, tapi tidak seperti rasa sakitnya makhluk, bagaimana rasa sakitnya Allah hanya Allah yang tahu. Begitu juga kami mengimani Allah makan dan minum, cuma bagaimana makan dan minumnya Allah hanya Allah yang tahu. Menurut kami, jika kami menjenguk saudara kami yang sakit, kami akan mendapati Allah ada di sisi saudara kami yang sakit, cuma bagaimana datangnya Allah hanya Allah yang Tahu, kami hanya mengimani.

Kolerasi Syariat & Tasawuf (Sebuah Contoh)



Hukum Syariat tanpa tasawuf itu pincang. Syariat harus menyatu dengan tasawuf. Agama tidak hanya sebatas syariat tapi juga mencakup tasawuf (Ihsan/akhlak). 

Karena itu sering sekali ayat-ayat Alqur'an mengenai hukum atas suatu perbuatan & pelanggaran dibarengi dengan kata-kata "akan tetapi jika engkau memaafkan maka itu lebih baik bagi dirimu". 

Begitu juga Rasulullah SAW ketika ada seseorang mengaku dan bersaksi bahwa dirinya telah Berzina, Rasulullah memalingkan wajahnya sampai 4 kali, hingga Rasulullah menjawab apa kamu sudah gila?
Namun akhirnya wanita itu dirajam karena tetap bersikeras mengaku bahwa dirinya telah Berzina.
Selain itu, diriwayatkan bahwa ada wanita hamil mengaku Berzina, namun Rasulullah menyuruh utk pulang sampai ia melahirkan, hingga sampai menyusui 2 tahun lamanya, baru kemudian dirajam.

Jika agama ini hanya berupa syariat, Rasulullah langsung merajam nya tanpa perlu tanya lagi.

Senin, 09 Mei 2016

Maaf di Dalam Alquran


Dalam Alqur'an, sangat banyak ditemukan kata "فاعف, فاعفو، وليعفو" yang artinya adalah berilah maaf atau maafkanlah kesalahan mereka. 
Allah swt memerintahkan hamba Nya untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. 
Makna dari banyaknya perintah Allah swt utk memberi maaf di sini, selain karena memberi maaf itu terasa lebih berat dari sekedar meminta maaf. 
Perintah Allah swt tersebut juga memiliki makna kebalikannya atau sebaliknya yg tersirat yang dikenal "mafhum mukhalafah", jika orang yang tidak salah dianjurkan untuk memberi maaf, maka apalagi untuk orang yang bersalah dan melakukan kesalahan, sudah menjadi keharusan & kewajiban untuk meminta maaf!".

AGAMA, POLITIK DAN POLITIK KEPARTAIAN


Pandangan Sya'rawi tentang agama dan partai politik/politik kepartaian
Syekh Mutawalli Sya'rawy pernah ditanya:Mengapa Anda tidak berafiliasi pada partai agama? Beliau menjawab: Karena afiliasi pada partai agama (membentuk partai agama) bukanlah fokus Islam (dari zaman Rasulllah sampai kekhalifahan utsmany juga gak ada tuh partai2 politik agama), dan dan tidak ada satupun yang mampu memudharatkan Islam jika kamu tidak masuk partai si anu. Saya adalah muslim jauh sebelum mengenal kalian (orang2 partai agama), saya muslim jauh sebelum kalian mendirikan partai agama, dan saya tetap muslim walau setelah berakhirnya masa kalian, dan Islam tak kan lenyap walau tanpa (partai) kalian, karena kita semua adalah muslim, dan mereka bukanlah satu-satunya yang muslim. Sungguh sebelum akalku berbicara, aku menolak untuk memasuki sebuah partai yang meminta-minta belas kasihku dengan menyandarkan ceramah2 keagamaanku, Karena sesungguhnya aku menolak agamaku mengemis/ meminta-minta untuk dipilih pada kotak pemilihan umum. Aku tidak akan mengemis/meminta-minta agamaku (untuk dimenangkan) selain kepada Pencipta-ku. 

Dan aku berharap, (nilai-nilai) agama ini sampai kepada para politisi yg negarawan, dan aku juga berharap ahlu ad-din (agamawan/ulama) tidak sampai kepada politik (kepartaian). Jika kalian adalah ahlu ad-din (agamawan/ahli agama), maka tidak layak bagi kalian (memperdagangkan agama) berkecimpung dengan politik (kepartaian). Jika kalian ahli pilitik (politisi negarawan), maka aku punya hak untuk tidak memilik kalian, dan tidak ada dosa dalam agamaku (jika tidak memilik kalian).

ما قاله الشيخ شعراوي في الدين والسياسة الحزبية
سُئلَ الشيخ محمد متولي الشعراوي: لماذا لا تنتمي إلي حزب ديني؟ فأجاب: " لأن الانتماء إلى حزب ديني ليس من ركائز الإسلام ولا يَضير إسلاميَ شيءٌ إن لم أنتمِ إلى هذا الحزب؛ فأنا مسلم قبل أن أعرفكم، وأنا مسلم قبل أن تكون حزباً، وأنا مسلم بعد زوالكم، ولن يزول إسلامي بدونكم؛ لأننا كلنا مسلمون، وليسوا هم وحدهم من أسلموا. لأنني أرفض أن انتمي إلى حزب يستجدي عطفي مستنداً على وازعي الديني قبل أن يخاطب عقلي. لأنني أرفض أن أستجديَ ديني في صندوق انتخاب، فديني لا أستجديه من غير خالقي." ومن اقوالة : "أتمني أن يصل الدين إلي أهل السياسة.. ولا يصل أهل الدين إلي السياسة" فإن كنتم أهل دين، فلا جدارة لكم بالسياسة وإن كنتم أهل سياسة فمن حقي أن لا اختاركم ولا جناح على ديني

Sabtu, 11 Juli 2015

Apakah Maksud Penegakkan Syariah?


Kesalahan pemahaman orang awam zaman sekarang tentang Islam adalah beranggapan bahwa Islam itu hanyalah masalah syariat/syariah. Padahal Islam itu luas mencakup akidah, syariah dan AKHLAK/ADAB. Menyebar kabar dusta, menyebar aib orang, menuduh orang lain tanpa bukti, berfikir negative pada orang lain & menghina itu bukan akhlak Islam!!! Selain itu Menuduh orang muslim sebagai orang kafir, sesat, munafiq dan musyrik tanpa bukti yang jelas dan dibenarkan bukanlah akidah Islam!!!

Selanjutnya kesalahan pemahaman orang-orang awam tentang Syariah adalah beranggapan bahwa syariah itu hanyalah permasalahan Hudud dan Qishas, padahal Syariah itu luas mencakup seluruh pembahasan dalam Fikih Islami seperti: Ibadah (sholat, zakat, puasa, haji), muamalah (jual beli dll), Ahwal syakhsiyah (pernikahan, warisan dll), Jinayat (hudud, qishas, bughat), Qadha' (Peradilan), dan Jihad.

Cerita Tentang Zuhud


Dalam 3 bulan terakhir, saya dipertemukan dengan orang-orang yang bisa dikatakan kalangan elit atau high class, mulai dari pejabat tinggi negara, pengusaha kelas atas, ilmuwan, tokoh nasional, hingga jenderal TNI bintang 2.

Dalam pikiran dan pandangan saya, semua orang-orang tersebut pasti memiliki standar gaya hidup yang cukup tinggi dalam kesehari-hariannya, tidak terlalu memperhatikan agama, selain itu biasanya hedonis & parlente. Dan gaya hidup tersebut akan terbawa kemana mereka pergi ke tempat mana pun. 

Kamis, 11 Juni 2015

Ulama Sufi, Ulama Pewaris Nabi SAW.




Ulama yang mutashawif, jika melihat orang lalai, melakukan kemaksiatan dan kezaliman, tidak langsung menghakimi orang tsb, tidak langsung membenci dan mencela orang tsb, apalagi langsung menyerang dengan hal-hal buruk dan negatif. Tapi ulama tsb selalu berfikir positif, mungkin orang2 tsb melakukan kelalaian, kemaksiatan dan kezaliman karena kebodohan dan lemah imannya, karena tak semua orang memiliki iman yg kuat. Karena semua manusia itu dilahirkan dalam keadaan suci, penyimpangan yang dilakukan manusia itu dikarenakan godaan syetan dan iblis untuk menuruti nafsu syahwat, untuk melakukan perbuatan2 buruk dan tercela. 

Prinsip Tolong Menolong dalam Islam


Jika kita pernah ditolong oleh seseorang, jangan hanya mau menolong orang yang pernah menolong kita saja, tapi tolonglah siapapun yang memang butuh pertolongan, sekalipun orang yang pelit pada kita dan tidak pernah menolong kita.

Karena kalau hanya menolong orang yg pernah menolong kita saja, itu sama saja kita sedang berbisnis atau berdagang, karena prinsip berdagang adalah ada uang ada barang, kamu dapat aku juga dapat, ada imbalan ada kerja. Sedangkan prinsip tolong menolong adalah memberi tanpa harap kembali dari yg kita tolong. 

Jumat, 30 Januari 2015

Tentang Berbakti pada Kedua Orang Tua


Seorang anak kecil masuk ke sebuah mesjid.
Ia berkata kepada seorang imam mesjid : "Ibuku menyuruhku kemari untuk belajar kepada mu". 
Sang imam bertanya (utk mendapatkan tambahan informasi): "Dimanakah ibumu sekarang, nak?"
Anak kecil itu menjawab : "Ibuku ada di jalan, tidak memungkinkan baginya memasuki mesjid, karena ibuku bukan seorang muslim".
Sang imam segera keluar menemui ibu anak tersebut untuk meminta penjelasan.
Si Ibu berkata: Sebenarnya aku memiliki tetangga wanita muslimah. Ketika anak2nya pergi ke sekolah, mereka mencium kedua tangannya. Aku melihat keluarga itu senantiasa dinaungi kebahagiaan.
Wahai imam, sesungguhnya aku belum pernah melihat seorang muslim, meletakkan orang tuanya di panti jompo.
Maka tolonglah! ajarilah anak ku, semoga ia memperlakukanku sebagaimana orang2 muslim memperlakukan kedua orang tua mereka.

Minggu, 25 Januari 2015

Tentang Sedekah Walau dengan Sebiji Kurma


Dari 'Adi bin Hatim ra, bahwa rasulullah SAW bersabda: "Takutlah akan neraka walau dengan separuh buah kurma, Apabila tidak ada maka dengan satu kalimat baik." (H.R Bukhari & Muslim)

Penjelasan Hadits:
Dari berbagai kitab syarah hadits, dijelaskan bahwa hadits ini berkaitan dengan motivasi untuk bersedekah, walaupun sedekah dengan suatu harta yang nilainya sangat kecil. Sedekah ada yang hakikat seperti memberikan suatu barang berwujud, ada yang maknawi seperti mengucapkan perkataan yang baik dan memberikan senyum kepada orang lain.

Minggu, 01 Desember 2013

Hukum Bertawassul dengan Para Nabi, Orang Shaleh, Syuhada dan Ulama yang Telah Wafat


Walaupun bisa dikatakan saya hampir tidak pernah bertawassul dikuburan para Nabi, syuhada, orang shaleh, wali dan ulama, tapi saya merasa perlu menyampaikan status hukum tawassul dengan perantara orang-orang shaleh, para nabi, syuhada, wali dan ulama yang telah wafat, yang sering kali diperdebatkanorang-orang dari zaman batu sampai zaman nuklir sekarang ini. Untuk berdo’apada Allah dengan tawassul pada orang-orang shaleh ketika hidup mungkin sudahtidak ada yang memperdebatkan, karena dalilnya dan atsarnya sudah tak terhitung,begitu juga qaul-qaul ulama terkait masalah tersebut cukup jelas.[1] Dan saya hanya akan membahas khusus tawassul dengan orang-orang shaleh yang telah wafat secara ringkas tapi jelas, tidak perlu harus memakai ratusan dalil al-Qur’an dan hadits. Tapi cukup dengan kalam Allah SWT :

Minggu, 06 Oktober 2013

KARENA ILMU ADALAH CAHAYA


"Faith is both a rational position and an outflowing of emotion - each essential to the other / الإيمان موقف عقلي و عاطفة فياضة لا غنى لأحدهما عن الآخر"  "Syekh Al-'Allamah Bin Bayyah.

Berhati-hatilah dengan pengajian-pengajian keagamaan, training-training yang hanya memainkan emosional, jiwa alam bahwa sadar, perasaan dan semangat mengebu-gebu dan keluguan kita. Berhatilah-hatilah dengan cerita-cerita keagamaan yang menyihir emosional kita. Tetap fungsikan akal dan pikiran anda disamping menggunakan jiwa emosional kita.

Banyak pengajian-pengajian keagamaan atau training-training yang dihadiri banyak orang, mulai dari pejabat, orang kantoran, ibu-ibu, pemuda-pemudi dan sampai anak kecil, bahkan sampai mengeluarkan uang jutaan dan puluhan juta rupiah. Para hadirin yang hadir ketika pengajian itu sampai ada yang menangis, seakan bertobat nasuha, ada juga yang sampai mau menyedekahkan seluruh uangnya yang dibawa, ada juga yang sekedar ketawa-ketawa. Tapi ketika pulang dari pengajian tersebut, para pejabat tersebut masih tetap korupsi, main perempuan dan bohongi rakyat, para ibu-ibu masih banyak yang ngegosipin aib orang lain dan bermegah-megahan, pemuda-pemudi masih banyak pacaran sampai zina dan kenakalan remaja lainnya. Yang udah sedekah semua hartanya ketika pengajian pulang-pulang nyesel karena istri sama anak di rumah belum makan, besok anaknya mau bayaran sekolah, biaya listrik rumah belum bayar dll.

Banyak pengajian yang menyuruh memotivasi sholat jama'ah, perbanyak sholat sunnah, puasa sunah, zakat, sedekah, tilawah qur'an, menyuruh membela Islam menyuruh jihad tapi tidak memberikan ilmu yang memadai tentang itu semua kepada para jama'ahnya,  tidak dilandasi ilmu yang mendasar dan pemahaman yang benar, tidak mengerti fikih sholat, fikih zakat, fikih puasa, fikih muamalah, tak mengerti cara baca qur'an yang benar, tak tahu fikih jihad yang benar, tak tahu tentang ajaran agama Islam yang benar karena tak diberi ilmu yang benar. Bisanya cuma semangat yang gak jelas tanpa dilandasi ilmu yang kokoh. Maka tak heran, banyak muslim yang gampang dipermainkan dan diadu-domba, didoktrin oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan kelompok oknum tersebut. Tak heran juga, kadang kita menemukan pemahaman dan praktek-praktek ibadah dan keagamaan yang menyimpang oleh masyarakat muslim Indonesia. Kita menemukan syi’ar-syi’ar keagamaan tapi hakikatnya jauh dari nilai-nilai agama itu sendiri.

Jadilah muslim yang cerdas, ikutilah pengajian para ulama dan majlis ilmu, fungsikan akal di samping emosional anda. Dalilnya, banyak ayat Qur’an yang mengatakan "apa kamu tidak berakal?, tidak memahami?, tidak berfikir?  dll". Karena itu, sejak zaman Rasulullah, sahabat dan para tabi'in pengajian agama Islam itu punya buku2 pegangan yang jelas, pengajian fikih memiliki kitab-kitabnya yang terpercaya, pengajian akhlak, akidah ada buku pegangan terpercayanya, belajar hadits dan tafsir qur'an ada kitab-kitab terpercayanya yang dipakai para ulama dari dahulu hingga sekarang.

Pengajian Islam bukan sekedar menarik emosional jama’ah yang menyuruh rajin ibadah, memperbanyak sedekah, sholat sunah, puasa sunah, dll. Pengajian Islam yang benar adalah memberikan ILMU KARENA ILMU ADALAH NUR/CAHAYA, ILMU adalah pondasi IBADAH. Kalau pengajian dalam Islam itu hanya sekedar motivasi-motivasi emosional, untuk apa para imam-imam mazhab, para ulama salaf mengarang kitab-kitab ushul fikih yang rumit dan mengajarkannya, mengarang kitab fikih dan mengajarkannya, mengumpulkan hadits dan mengajarkannya, menafsirkan al-Qur'an dengan ilmu-ilmu alat serta mengajarkannya, menulis buku tentang akidah dan akhlak dan mengajarkannya???

Kalau hanya dengan rajin sholat sunah, puasa sunah, banyak sedekah, banyak tilawah dan ibadah-ibadah lainnya menjadikan kita paling mulia dan tinggi derajatnya, untuk apa Rasulullah SAW mengatakan dalam haditsnya "Keutamaan orang berilmu /'alim atas orang yang banyak ibadah/'abid seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian"???

Kalau orang yang paling banyak ibadahnya itu yang paling takut dan bertakwa pada Allah untuk apa ada ayat Qur'an "sesungguhnya yang takut pada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah ULAMA/orang yang berilmu"?? mengapa bukan "'UBADA/para ahli ibadah" saja??? Karena nilai ibadah seseorang bukan dilihat kuantitasnya, tapi dari kualitasnya, karena berbeda ibadahnya seseorang dengan ilmu dengan ibadahnya orang yang tidak berilmu. Dan Allah SWT sudah menegaskan dalam ayat suci Al-Qur’an “"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui" (QS. az-Zumar : 9).

Pintar-pintarlah memilih guru pengajian, dari mana dia belajar, kepada siapa belajar dan menimba ilmu, buku apa dan buku karangan siapa yang dia baca,  bagaimana dia menimba ilmu, jangan cuma liat pakainnya, banyak ibadahnya, senyumnya yg manis, kata-katanya yang menggugah, walau itu semua tetap penting.

Hadirilah pengajian yang memberi anda kail dan pancingan untuk mencari ikan, bukan pengajian yang cuma ngasih makan anda ikan. "Jika anda mememberi ikan, anda hanya bisa membuat orang lain kenyang sehari, tapi jika anda memberi orang lain kail/alat pemancing dan mengajarkan penggunaanya maka anda telah memberi makan orang lain sepanjang hidupnya".

Senin, 22 Juli 2013

Dakwah di dalam Al-Qur'an





Permasalahannya bukan pada niat kita yang tulus, kebaikan yang kita bawa dan ingin kita wujudkan, permasalahan kita adalah tidak bisa dan sabar mengikuti alur permainan, tata cara, UU, posedur atau S.O.P (standar operating procedure) yang telah menjadi sunatullah, ketentuan dan telah ditetapkan pada suatu tempat.

Pahami lagi kenapa Al-Qur'an menggunakan kata da'a-yad'u untuk al-khair, dan menggunakan kata amara-ya'muru untuk al-ma'ruf.

Al-khair sering ditafsirkan ulama sebagai suatu kebaikan secara umum atau agama Islam. Karena itu perintah Allah untuk suatu kebaikan dan Islam adalah da'a yg berarti mengajak/menyeru bukan kata amara yg artinya menyuruh dan memerintah yang bersifat memaksa. Dan ini sejalan dengan ayat lain bahwa kita hanya diperintahkan untuk mengajak orang pada Islam dan kebaikan secara umum, hidayah bukan ada di tangan kita, tidak ada paksaan pada agama, maka tidak pantas kita melakukan pemaksaan dgn kekerasan dengan mengatasnamakan agama.

Sedangkan al-ma'ruf itu adalah suatu yang sudah menjadi 'urf atau kebiasaan atau adat dan diakui oleh setiap orang atau orang banyak, bisa berarti suatu ketentuan atau hukum yg sudah ditetapkan secara bersama, karena itu diperbolehkan memerintah, menyuruh dan memaksa orang lain untuk suatu yg ma'ruf ini, dibolehkan memperkarakan dan mengadili orang lain yg telah melakukan kriminal korupsi ke pengadilan, seorang suami boleh menyuruh istrinya untuk melakukan pekerjaannya, seorang istri juga boleh memaksa suami memberikan nafkah padanya.

Dari sini, kadang suatu yang khair/baik bisa jadi bukanlah suatu yang ma'ruf pada suatu tempat tertentu dan bahkan dianggap suatu yg tidak baik. Di sebgaian besar negara eropa atau amerika poligami dianggap sebuah kriminal, padahal poligami di arab dan dalam Islam dibolehkan dgn beberapa ketentuan dan merupakan suatu yg baik. Dan suatu yang tidak baik pada suatu tempat seperti minum alkohol kadang adalah suatu yang ma'ruf di tempat lain. Di Iran dibolehkan nikah mut'ah yang diharamkan pada negara Arab dan negara lainnya.

Dengan mengamalkan ayat "yad'una ilal khair wa ya'muruna bil ma'ruf", maka jangan coba2 poligami di Eropa dan Amerika, kalau tidak ingin dijebloskan ke penjara. Jangan coba2 untuk menghancurkan toko penjual alkohol/minuman keras di daerah yg membolehkan dan menganggap minuman alkohol suatu hal yg biasa, kecuali anda siap diadili oleh aparatur setempat atau dihakimi warga setempat. Jangan coba-coba menghukumi pelaku nikah mut'ah sebagai pezina di tempat yg membolehkan nikah mut'ah karena justru anda yg akan dituntut karna telah menuduh dan mencemarkan nama baik orang.

Coba kita lihat dan pahami sirah Nabi SAW, sebelum turun perintah halal dan haram, sebelum melarang dan memerintahkan ini dan itu, apa yang dilakukan Nabi besar kita? Mengajak dan menyeru kepada kebaikan, ketika sudah banyak yang melakukan kebaikan itu dan menjadi suatu yg ma'ruf barulah menjadi suatu peraturan hukum, kewajiban dan undang-undang, dan lihatlah apa yang terjadi! tidak ada yang menolak kecuali secuil orang yg tak berarti apalagi yg menentang perintah Rasulullah SAW, hampir semua  umat Islam legowo.

Metode Berdakwah, Hikmah dan Pelajaran di Balik Piagam Madinah




Berdakwah tak akan pernah terlepas dari sebuah realita, agar dakwah dapat diterima dan tepat sasaran, penuh hikmah dan kebijaksanaan maka pendakwah harus memahami realita dgn baik & benar. Memahami realita kuncinya adalah dengan mengetahui situasi kondisi. Pertama, harus sadar diri akan kondisi pribadi, tau kekuatan pribadi, tau waktu yg tepat utk berdakwah. 
Kedua, harus paham dgn kondisi/keadaan orang yg didakwahi, kekuatannya, tabiatnya dan tau waktu yg pas untuk menyampaikan dakwah.

Rasulullah saw ketika masa-masa awal dakwah, pernah mengalami tekanan yg dahsyat dari para kaum kafir n musyrikin hingga malaikat menawarkan untuk mengazab kaum tersebut, tapi apa jawab Rasulullah? Jangan, mereka melakukan itu karena kejahilan mereka. 
Rasulullah sadar n paham akan keadaan n realita pd masa itu, mendakwahi kaum jahiliyah n musyrikin yg sudah puluhan tahun berada dalam kejahiliyahan n kemusyrikan itu tidak bisa sehari-dua hari atau bahkan setahun-dua tahun, tapi bisa memakan waktu 10-20 tahun. 
Kita bisa baca dalam sejarah, pada periode awal dakwah d mekkah, Rasulullah melakukan manuver dakwahnya dgn cara lemah lembut n penuh kesabaran. Bahkan ketika periode madinah tetap dgn cara yg penuh kebijaksanaan n kematangan Rasulullah melakukan manuver dakwahnya dgn cara merangkul berbagai suku n aliran kepercayaan (yahudi, nasrani, majusi, musyrikin), Rasulullah juga membuat sebuah perjanjian piagam madinah. Apa hikmah dibalik piagam madinah ini? Tentu saja, karena Rasulullah menyadari tidak semua orang akan rela, ikhlas, legowo menerima dakwah Islam, lagi pula masalah hidayah n ketaatan itu merupakan urusan Allah n pribadi seseorang. Kalau pun Rasulullah memaksakan, itu hanya akan menjadi peperangan yg tak ada habisnya yg justru akan merugikan kaum muslimin. Maka dibentuklah piagam madinah, untuk merangkul semua golongan yg ada, apa maunya masing2 dari golongan tersebut, bahkan walaupun ada butir perjanjian yg sedikit merugikan pihak kaum muslimin, Rasulullah tetap menerimanya, karena realita yg mengharuskan Rasulullah mengambil kebijakan tsb, karena jika Rasulullah tidak membuat perjanjian piagam madinah, maka kaum muslimin yg kekuatannya masih kecil, akan mendapat tekanan n serangan dahsyat tidak hanya dari dalam madinah, tapi juga dari luar madinah. 
Lihat n saksikanlah, Rasulullah kekasih Allah yang sudah pasti kebenaran risalah dakwahnya, yg sudah dijanjikan akan dijaga oleh Allah saja tetap berdakwah dengan cara realistis, penuh perhitungan yg matang tidak membabi buta, tetap menghormati keyakinan orang lain, tetapnmemberikan apa yg diinginkan kelompok lain.
Maka siapa kita, walaupun yg kita dakwahkan itu benar n baik, tapi berdakwah dgn cara instan, membabi buta, menganggap hanya kelompok kita yg paling benar, Menuduh semua orang selain kelompok kita munafiq, muslim ambigu dan sebagainya? Siapa kita? Apakah kita malaikat dan Nabi?? 
Kenapa baru dikasih kekuasaan, langsung melengserkan, mengusir, memberantas semua orang-orang lama yang menjadi oposisi?? Langsung menganggap orang lama adalah antek mubarak atau antek amerika dan yahudi semua, semua musuh yg harus diberantas n dilengserkan. Langsung memasang orang2 dari kelompok pribadi menjalankan pemerintahan?? Apalagi yg diberantas adalah orang2 militer yg hampir seabad merasakan kekuasaan, yg sejak lama mencengkram negara Mesir. Mereka tentu tidak akan tinggal diam, jika kekuasaan n kekuatannya diganggu, dicopot dalam waktu cepat. Di tambah lagi ada dalang/pihak2 lain yg lebih besar kekuatannya dibalik militer mesir.
Siapa kita baru setahun langsung ingin mengubah peradaban dunia?? Langsung ingin menjadi pemimpin peradaban dunia??
Inilah akibatnya, jika bermain instan n kasar, kita juga akan dikasari. Berani menurunkan orang lain, maka harus siap jika diturunkan orang lain. "Kama tadiin, tudaan"

Yang perlu digaris-bawahi dalam peristiwa kudeta presiden di Mesir adalah, kita hidup tidak seorang diri, di dunia ini tidak hanya terdiri satu golongan, bukan cuma golongan kita yg hidup di dunia ini, banyak berbagai golongan dgn tabiat, sifat, tujuan n keinginan yg berbeda-beda, tidak semua orang bisa diajak pada kebaikan n keimanan, tidak semua orang sefikrah dgn kita, terlebih dalam mengurus negara, banyak kelompok, suku, agama, n pola pikir yg berbeda, maka tugas pemimpin adalah merangkul, apa yg diinginkan masing2 kelompok, kalau perlu buat perjanjian, sekalipun ada butir yg tidak disukai n sedikit merugikan kelompok anda. Karena itulah yang telah dicontohkan oleh Nabi junjungan kita Muhammad saw. Bahwa Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin, bahwa Islam bukanlah agama yang suka memaksa, bahwa Islam bukanlah agama yang sangat nafsu kekuasaan, Islam adalah agama yg penuh toleransi. Wallahu a'lam.