Tampilkan postingan dengan label Alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alquran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juni 2017

Hukum Mencintai Orang Kafir



Hukum Mencintai Orang Kafir
"انك لن تهدي من احببت"
Allah berkata kepada Nabi Muhammad SAW sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk/Hidayah kepada orang yang engkau cintai.

Kata "ahbabta" adalah fi'il madi atau kata kerja masa lampau yang "mutsbit" bersifat menetapkan. Bahwa Allah menetapkan bahwa Nabi Muhammad SAW mencintai paman nya abu Thalib yang kafir dan wafat dalam keadaan tidak beriman.

Dari ayat Alquran ini, jelas bahwa muslim tidak lah dilarang untuk mencintai orang kafir, mencintai orang kafir bukanlah hal yang diharamkan. Karena Rasulullah SAW sendiri mencintai orang kafir. Begitu juga dalam ayat Alquran lain "wal muhshonatu minalladzina uutul kitab", mengatakan muslim boleh/halal menikahi wanita ahlul bait (Nasrani & Yahudi) dimana tidak mungkin jika menikah tapi tidak ada rasa cinta sedikit pun.

Namun cinta yang diperbolehkan ini selama bukan dalam permasalahan atau yang berkaitan dengan agama. Maksud cinta yang berkaitan agama adalah cinta yang menjadikan orang Kafir yang Anda cintai merusak agama Islam, seperti memberi rahasia pasukan muslimin kepada pasukan orang kafir, membantu dan memfasilitasi orang kafir yg Anda cintai membabtis orang muslim lain. Atau menjadikan orang kafir yg Anda cintai sebagai pemimpin strategis yang berkaitan dengan urusan maslahat kaum muslimin.

Apabila cinta Anda seperti contoh di atas, maka cinta itu adalah yang diharamkan dan dilarang oleh Allah, karena sudah bersinggungan dengan agama Islam dan maslahat kaum muslimin.

Rabu, 24 Mei 2017

Hikmah Perintah Sedekah dalam Alqur'an & Sunnah


Di antara Hikmah Banyak nya jumlah ayat Alqur'an yang menyuruh kita berinfak dan bersedekah, begitu juga banyaknya motivasi untuk bersedekah dan berinfaq dalam Hadits Nabi SAW adalah bahwa jangan menunggu orang faqir & miskin atau orang yang sangat kesusahan sudah akan sekarat baru tangan kita tergerak membantu, jangan menunggu orang faqir miskin harus meminta-minta dan mengemis baru kita mau menolong. Tapi hikmah nya adalah segera lah, peka lah jika ada orang yg miskin dan kesusahan di sekitar kita dengan membantu dan menolong mereka, sebelum mereka sekarat, sebelum mereka meminta-minta.

Jumat, 07 April 2017

Air Dan Rezeki


"Wahai manusia, apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yg menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan nya?" {QS. Al-Waqi'ah: 68}.


Terkadang manusia merasa lebih hebat dari Tuhan nya, lintasan pikiran negatif nya mendahului atas sesuatu di masa depan yg belum terjadi sehingga tidak mau melakukan sesuatu disebabkan pikiran negatif tersebut. Banyak orang gagal & tersesat dikarenakan rasa kekhawatiran & pikiran negatif atas suatu masa depan yg belum terjadi. 

Dahulu orang membunuh anak perempuan karena rasa takut di masa depan bahwa anak perempuan akan menjadi aib bagi keluarga. Sekarang, orang pun takut memiliki banyak keturunan karena takut tidak bisa menafkahi anak2 nya. Laki2 takut menikah (hubungan halal) hanya karena rasa takut nanti belum bisa menafkahi keluarga, begitu juga perempuan takut menikah karena calonnya belum mapan, takut dikhianati, Dipoligami dll. Begitu juga mertua takut menikahkan anak nya hanya karena calon nya belum memiliki pekerjaan, belum sarjana dll.

Mari renungkan ayat suci qur'an di atas, wahai manusia pendapat kalian tentang rezeki yang kalian dapatkan? apakah kalian yang menurunkan rezeki itu atau Kami yang menurunkannya?

#igislam #igalquran #igmuslim #islamicquotes #tafsirquran #igquotes #alquran#renungan #positivethinking

Jumat, 24 Februari 2017

Logika Wahabi yang Menyimpang



==Logika Wahabi==

1. Allah berfirman : {نسوا الله فنسيهم} (Mereka melupakan Allah, kemudian Allah pun melupakan mereka.).

Kata wahabi: Kami mengimani ayat tersebut sebagaimana tertulis, kami tidak akan pernah mentakwil ayat-ayat Allah, kami mengimani Allah punya sifat lupa, cuma makna lupa tersebut hanya Allah yang tahu, bagaimana atau seperti apa lupanya Allah hanya Allah yang tahu. (emoticon senyum)

2. Allah berkata dalam hadits qudsi riwayat Imam Muslim : "Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk Ku". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimana saya menjenguk Mu sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam ?". Dia berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu Fulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya ?, Tidakkah kamu mengetahui, seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati Aku di sisi nya. Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?". Allah berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hambaKu si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya ? Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku ? Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku". Ia berkata : "Bagaimanakah saya memberi minum kepada Mu sedang kamu adalah Tuhan alam semesta ?". Allah berfirman : "Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, niscaya kamu mendapatinya di sisi Ku".

Kata Wahabi: Kami mengimani perkataan Allah sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an dan hadits qudsi, kami tidak mentakwilnya, kami mengimani sebgaimana zhahirnya. Kami mengimani Allah punya rasa sakit, tapi tidak seperti rasa sakitnya makhluk, bagaimana rasa sakitnya Allah hanya Allah yang tahu. Begitu juga kami mengimani Allah makan dan minum, cuma bagaimana makan dan minumnya Allah hanya Allah yang tahu. Menurut kami, jika kami menjenguk saudara kami yang sakit, kami akan mendapati Allah ada di sisi saudara kami yang sakit, cuma bagaimana datangnya Allah hanya Allah yang Tahu, kami hanya mengimani.

Senin, 09 Mei 2016

Maaf di Dalam Alquran


Dalam Alqur'an, sangat banyak ditemukan kata "فاعف, فاعفو، وليعفو" yang artinya adalah berilah maaf atau maafkanlah kesalahan mereka. 
Allah swt memerintahkan hamba Nya untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. 
Makna dari banyaknya perintah Allah swt utk memberi maaf di sini, selain karena memberi maaf itu terasa lebih berat dari sekedar meminta maaf. 
Perintah Allah swt tersebut juga memiliki makna kebalikannya atau sebaliknya yg tersirat yang dikenal "mafhum mukhalafah", jika orang yang tidak salah dianjurkan untuk memberi maaf, maka apalagi untuk orang yang bersalah dan melakukan kesalahan, sudah menjadi keharusan & kewajiban untuk meminta maaf!".

Minggu, 01 Desember 2013

Hukum Bertawassul dengan Para Nabi, Orang Shaleh, Syuhada dan Ulama yang Telah Wafat


Walaupun bisa dikatakan saya hampir tidak pernah bertawassul dikuburan para Nabi, syuhada, orang shaleh, wali dan ulama, tapi saya merasa perlu menyampaikan status hukum tawassul dengan perantara orang-orang shaleh, para nabi, syuhada, wali dan ulama yang telah wafat, yang sering kali diperdebatkanorang-orang dari zaman batu sampai zaman nuklir sekarang ini. Untuk berdo’apada Allah dengan tawassul pada orang-orang shaleh ketika hidup mungkin sudahtidak ada yang memperdebatkan, karena dalilnya dan atsarnya sudah tak terhitung,begitu juga qaul-qaul ulama terkait masalah tersebut cukup jelas.[1] Dan saya hanya akan membahas khusus tawassul dengan orang-orang shaleh yang telah wafat secara ringkas tapi jelas, tidak perlu harus memakai ratusan dalil al-Qur’an dan hadits. Tapi cukup dengan kalam Allah SWT :

Senin, 22 Juli 2013

Dakwah di dalam Al-Qur'an





Permasalahannya bukan pada niat kita yang tulus, kebaikan yang kita bawa dan ingin kita wujudkan, permasalahan kita adalah tidak bisa dan sabar mengikuti alur permainan, tata cara, UU, posedur atau S.O.P (standar operating procedure) yang telah menjadi sunatullah, ketentuan dan telah ditetapkan pada suatu tempat.

Pahami lagi kenapa Al-Qur'an menggunakan kata da'a-yad'u untuk al-khair, dan menggunakan kata amara-ya'muru untuk al-ma'ruf.

Al-khair sering ditafsirkan ulama sebagai suatu kebaikan secara umum atau agama Islam. Karena itu perintah Allah untuk suatu kebaikan dan Islam adalah da'a yg berarti mengajak/menyeru bukan kata amara yg artinya menyuruh dan memerintah yang bersifat memaksa. Dan ini sejalan dengan ayat lain bahwa kita hanya diperintahkan untuk mengajak orang pada Islam dan kebaikan secara umum, hidayah bukan ada di tangan kita, tidak ada paksaan pada agama, maka tidak pantas kita melakukan pemaksaan dgn kekerasan dengan mengatasnamakan agama.

Sedangkan al-ma'ruf itu adalah suatu yang sudah menjadi 'urf atau kebiasaan atau adat dan diakui oleh setiap orang atau orang banyak, bisa berarti suatu ketentuan atau hukum yg sudah ditetapkan secara bersama, karena itu diperbolehkan memerintah, menyuruh dan memaksa orang lain untuk suatu yg ma'ruf ini, dibolehkan memperkarakan dan mengadili orang lain yg telah melakukan kriminal korupsi ke pengadilan, seorang suami boleh menyuruh istrinya untuk melakukan pekerjaannya, seorang istri juga boleh memaksa suami memberikan nafkah padanya.

Dari sini, kadang suatu yang khair/baik bisa jadi bukanlah suatu yang ma'ruf pada suatu tempat tertentu dan bahkan dianggap suatu yg tidak baik. Di sebgaian besar negara eropa atau amerika poligami dianggap sebuah kriminal, padahal poligami di arab dan dalam Islam dibolehkan dgn beberapa ketentuan dan merupakan suatu yg baik. Dan suatu yang tidak baik pada suatu tempat seperti minum alkohol kadang adalah suatu yang ma'ruf di tempat lain. Di Iran dibolehkan nikah mut'ah yang diharamkan pada negara Arab dan negara lainnya.

Dengan mengamalkan ayat "yad'una ilal khair wa ya'muruna bil ma'ruf", maka jangan coba2 poligami di Eropa dan Amerika, kalau tidak ingin dijebloskan ke penjara. Jangan coba2 untuk menghancurkan toko penjual alkohol/minuman keras di daerah yg membolehkan dan menganggap minuman alkohol suatu hal yg biasa, kecuali anda siap diadili oleh aparatur setempat atau dihakimi warga setempat. Jangan coba-coba menghukumi pelaku nikah mut'ah sebagai pezina di tempat yg membolehkan nikah mut'ah karena justru anda yg akan dituntut karna telah menuduh dan mencemarkan nama baik orang.

Coba kita lihat dan pahami sirah Nabi SAW, sebelum turun perintah halal dan haram, sebelum melarang dan memerintahkan ini dan itu, apa yang dilakukan Nabi besar kita? Mengajak dan menyeru kepada kebaikan, ketika sudah banyak yang melakukan kebaikan itu dan menjadi suatu yg ma'ruf barulah menjadi suatu peraturan hukum, kewajiban dan undang-undang, dan lihatlah apa yang terjadi! tidak ada yang menolak kecuali secuil orang yg tak berarti apalagi yg menentang perintah Rasulullah SAW, hampir semua  umat Islam legowo.

Metode Berdakwah, Hikmah dan Pelajaran di Balik Piagam Madinah




Berdakwah tak akan pernah terlepas dari sebuah realita, agar dakwah dapat diterima dan tepat sasaran, penuh hikmah dan kebijaksanaan maka pendakwah harus memahami realita dgn baik & benar. Memahami realita kuncinya adalah dengan mengetahui situasi kondisi. Pertama, harus sadar diri akan kondisi pribadi, tau kekuatan pribadi, tau waktu yg tepat utk berdakwah. 
Kedua, harus paham dgn kondisi/keadaan orang yg didakwahi, kekuatannya, tabiatnya dan tau waktu yg pas untuk menyampaikan dakwah.

Rasulullah saw ketika masa-masa awal dakwah, pernah mengalami tekanan yg dahsyat dari para kaum kafir n musyrikin hingga malaikat menawarkan untuk mengazab kaum tersebut, tapi apa jawab Rasulullah? Jangan, mereka melakukan itu karena kejahilan mereka. 
Rasulullah sadar n paham akan keadaan n realita pd masa itu, mendakwahi kaum jahiliyah n musyrikin yg sudah puluhan tahun berada dalam kejahiliyahan n kemusyrikan itu tidak bisa sehari-dua hari atau bahkan setahun-dua tahun, tapi bisa memakan waktu 10-20 tahun. 
Kita bisa baca dalam sejarah, pada periode awal dakwah d mekkah, Rasulullah melakukan manuver dakwahnya dgn cara lemah lembut n penuh kesabaran. Bahkan ketika periode madinah tetap dgn cara yg penuh kebijaksanaan n kematangan Rasulullah melakukan manuver dakwahnya dgn cara merangkul berbagai suku n aliran kepercayaan (yahudi, nasrani, majusi, musyrikin), Rasulullah juga membuat sebuah perjanjian piagam madinah. Apa hikmah dibalik piagam madinah ini? Tentu saja, karena Rasulullah menyadari tidak semua orang akan rela, ikhlas, legowo menerima dakwah Islam, lagi pula masalah hidayah n ketaatan itu merupakan urusan Allah n pribadi seseorang. Kalau pun Rasulullah memaksakan, itu hanya akan menjadi peperangan yg tak ada habisnya yg justru akan merugikan kaum muslimin. Maka dibentuklah piagam madinah, untuk merangkul semua golongan yg ada, apa maunya masing2 dari golongan tersebut, bahkan walaupun ada butir perjanjian yg sedikit merugikan pihak kaum muslimin, Rasulullah tetap menerimanya, karena realita yg mengharuskan Rasulullah mengambil kebijakan tsb, karena jika Rasulullah tidak membuat perjanjian piagam madinah, maka kaum muslimin yg kekuatannya masih kecil, akan mendapat tekanan n serangan dahsyat tidak hanya dari dalam madinah, tapi juga dari luar madinah. 
Lihat n saksikanlah, Rasulullah kekasih Allah yang sudah pasti kebenaran risalah dakwahnya, yg sudah dijanjikan akan dijaga oleh Allah saja tetap berdakwah dengan cara realistis, penuh perhitungan yg matang tidak membabi buta, tetap menghormati keyakinan orang lain, tetapnmemberikan apa yg diinginkan kelompok lain.
Maka siapa kita, walaupun yg kita dakwahkan itu benar n baik, tapi berdakwah dgn cara instan, membabi buta, menganggap hanya kelompok kita yg paling benar, Menuduh semua orang selain kelompok kita munafiq, muslim ambigu dan sebagainya? Siapa kita? Apakah kita malaikat dan Nabi?? 
Kenapa baru dikasih kekuasaan, langsung melengserkan, mengusir, memberantas semua orang-orang lama yang menjadi oposisi?? Langsung menganggap orang lama adalah antek mubarak atau antek amerika dan yahudi semua, semua musuh yg harus diberantas n dilengserkan. Langsung memasang orang2 dari kelompok pribadi menjalankan pemerintahan?? Apalagi yg diberantas adalah orang2 militer yg hampir seabad merasakan kekuasaan, yg sejak lama mencengkram negara Mesir. Mereka tentu tidak akan tinggal diam, jika kekuasaan n kekuatannya diganggu, dicopot dalam waktu cepat. Di tambah lagi ada dalang/pihak2 lain yg lebih besar kekuatannya dibalik militer mesir.
Siapa kita baru setahun langsung ingin mengubah peradaban dunia?? Langsung ingin menjadi pemimpin peradaban dunia??
Inilah akibatnya, jika bermain instan n kasar, kita juga akan dikasari. Berani menurunkan orang lain, maka harus siap jika diturunkan orang lain. "Kama tadiin, tudaan"

Yang perlu digaris-bawahi dalam peristiwa kudeta presiden di Mesir adalah, kita hidup tidak seorang diri, di dunia ini tidak hanya terdiri satu golongan, bukan cuma golongan kita yg hidup di dunia ini, banyak berbagai golongan dgn tabiat, sifat, tujuan n keinginan yg berbeda-beda, tidak semua orang bisa diajak pada kebaikan n keimanan, tidak semua orang sefikrah dgn kita, terlebih dalam mengurus negara, banyak kelompok, suku, agama, n pola pikir yg berbeda, maka tugas pemimpin adalah merangkul, apa yg diinginkan masing2 kelompok, kalau perlu buat perjanjian, sekalipun ada butir yg tidak disukai n sedikit merugikan kelompok anda. Karena itulah yang telah dicontohkan oleh Nabi junjungan kita Muhammad saw. Bahwa Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin, bahwa Islam bukanlah agama yang suka memaksa, bahwa Islam bukanlah agama yang sangat nafsu kekuasaan, Islam adalah agama yg penuh toleransi. Wallahu a'lam.

Senin, 03 Juni 2013

Jangan Remehkan Dzikir dengan Lisan


Ada orang yang berkata, entah karena kedunguan dan kebloonannya atau entah karena saking super cerdasnya, tidak perlu dzikir-dzikir apalagi sampe bawa tasbih, atau komat-kamit menyebut nama Allah dan Asma wa sifatNya, dzikir yang benar dan baik itu cukup ta'at dan tidak maksiat, itulah makna dzikir sebenarnya, inti dzikir itu cukup taat bukan komat-kamit. Orang itu juga berkata, dzikir lancar tapi maksiat juga jalan, ngapain dzikir!

Sungguh, itu sebuah kekacauan berfikir/idhtirab 'aqli yg hanya muncul dari orang2 dungu, yang tak memahami ilmu bahasa, tafsir, fikih dengan benar.

Mengapa?
1. Tidak tahukah orang itu betapa banyak jumlah ayat yang menganjurkan untuk berdzikir? ada sekitar 268 kali dalam berbagai bentuk(fi'il atau isim).

2. Kata Dzikir yang ada pada Al-qur'an memiliki banyak makna. Ada yang bermakna "dzikrul lisan" seperti takbir, tahmid, tahlil dll dan makna inilah yang paling banyak datang dalam Al-qur'an (lihat s.an-nisa:103,al-ahzab:41) ditambah penjelasan dari hadits nabi saw nanti. Ada yang bermakna "ibroh" sebagai pelajaran (liat s.adz-dzariyat:55). Ada yang bermakana "tadzakkur" berarti teringat (liat s.ali imran:135). Ada yg bermakna "at-tha'ah" atau keta'aan (liat s. al-baqarah: 152). Ada yang bermakna "Alqur'an" (liat s. al-an'am:50). Ada yang bermakna "al-hifdzu" artinya menjaga (liat s. al-baqarah:63). Ada yg bermakna "sholat" (liat s. al-jumu'ah:9). dan makna lainnya.

Dari sini jelas, dzikir tidak hanya bermakna taat seperti orang dungu itu sangka, justru kata dzikir dalam al qur'an lebih banyak bermakna dzikir lisan.

3. Banyak hadits-hadits yang menjelaskan secara spesifik dzikir dengan lisan, di antaranya:( ﻻ ﻳَﺰﺍﻝُ ﻟِﺴَﺎﻧُﻚَ ﺭَﻃﺒﺎً ﻣِﻦْ ﺫِﻛْﺮِﺍﻟﻠﻪ )
(senantiasakan lidahmu itu basah dengan menyebutkan Allah)
(" ﻛَﻠِﻤَﺘَﺎﻥِ ﺧَﻔِﻴﻔَﺘَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺛَﻘِﻴﻠَﺘَﺎﻥِ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤِﻴﺰَﺍﻥِ ﺣَﺒِﻴﺒَﺘَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ،
ﻭﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ)
“Ada dua buah kalimat yang
ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman(Allah), yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.”

4. Kalau dipakai cara berfikir seperti orang dungu di atas, maka tidak perlu juga ngafal qur'an, tidak perlu sholat kalo masih maksiat!?

Dari penjelasan di atas, maka berdzikir dgn lisan adalah suatu yg sangat dianjurkan Allah dan Rasul Nya, dan orang yang mengatakan tidak perlu, tidak penting dzikir dgn lisan adalah tanda dari kedunguan yg nyata!

Semoga kita senantiasa berdzikir pada Allah, dan selalu berada dalam ketaatan pada Nya.
Wallahu a'lam.

Rabu, 22 Mei 2013

Filsafat Dakwah "Tadabbur Qur'an Surah Al-mudatsir: 31, Al-Qashas: 59, Yunus: 99"


Tadabbur Qur'an Surah Al-mudatsir: 31, Al-Qashas: 59, Yunus: 99.

Bukankah Al-qur'an menyatakan,
"Demikianlah Allah menyesatkan orang- orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. ” 
" Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."
“Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki , tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu ( hendak ) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang - orang yang beriman?"

Bukankah sejarah juga membuktikan, bahwa anak dan istri dari Nabi utusan Allah pun tidak menjamin mereka pasti mendapat hidayah.

Tapi, kenapa hari ini banyak muslim sangat bernafsu dan tergesa-gesa bahkan sampai memaksa agar orang lain mendapat hidayah? Terlalu bernafsu dan memaksa agar semua orang beriman?

Kita hanya bisa menjadi sebab orang mendapat hidayah dan memohon pada Allah agar orang lain mendapat hidayah, tapi tetap hanya Allah yg menentukan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dakwah adalah mengajak bukan memaksa.
Sungguh, saya tidak setuju dengan gerakan2 dakwah yang melakukan anarkis-anarkis, melakukan pemaksaan, aksi brutal pada siapapun itu dengan alasan menegakkan kalimat Allah.

Lihat akibatnya, orang-orang justru berpandangan negatif dengan agama yang anda tampilkan?

Lihat di Amerika dan eropa, tanpa dipaksa, tanpa aksi kekerasan, satu persatu warga di sana mengucapkan syahadat dan membalut diri dengan pakaian takwa.
Berita terakhir dari pusat studi Islam univ. cambridge, sekitar 50 warga asli inggris mengucapkan syahadat.

Intinya, Ada waktu, metode dan prosedur dalam berdakwah dan menyampaikan risalah Islam.
Jangan sampai gerakan dakwah malah menjadi sebab orang lari dari Islam.
Wallahu a'lam.