Minggu, 03 Juli 2011

Puluhan Ribu Pejuang Revolusi Suriah Tuntut Asad Turun




Puluhan ribu pejuang revolusi di Suriah hari ini memadati seluruh jalan di kota-kota besar Suriah. Para pejuang revolusi menuntut agar Presiden Bashar Asad segera turun hari ini juga (1/7/2011) yang diistilahkan dengan Jum’ah Irhal atau Jum’at Kepergian. Revolusi di Suriah meletus sejak bulan Maret lalu, yang mana rakyat Suriah menuntut reformasi dan kemudian melebar menuntut pemerintahan dijatuhkan.


Samir Nasyar, aktivis politik mengatakan via wawancara seluler oleh Al-Jazeera bahwa demonstrasi dimulai setelah sholat Jum’at di Aleppo -kota kedua terbesar di Suriah dan pusat ekonomi-. Demonstrasi ini berlanjut hingga terjadi clash antara pejuang revolusi dengan pasukan keamanan. Demonstrasi dan protes juga menyebar di kota IDlib, Dar’a, Hamah, Hims, dan Barkamal.

Himbauan Jum’at Irhal datang bersamaan dengan himbauan pemberontakan sipil yang membakar gedung telekomunikasi di tengah kuatnya cengkraman dan tekanan aparat keamanan.

Protes besar-besaran ini juga menciptakan bentrok hebat antara pejuang Revolusi dengan pendukung pemerintah, para pendukung pemerintah memaksa para pedagang untuk menutup toko mereka agar ikut berpartisipasi mendukung rezim Asad dan melawan pejuang Revolusi bersama tentara keamanan.

Dan berdasarkan aktivis HAM, tentara keamanan telah menerobos ke berbagai daerah di kota Idlib setelah membunuh 16 warga sipil.

Sumber : Aljazeera

Inilah Bahaya Pengaruh Makan Babi dan Anjing!!!



Ini hanya iseng-iseng, jauh dari ilmiah, hanya dugaan saja, bisa jadi benar bisa jadi salah, boleh percaya atau tidak. Hehe…
Dalam agama Islam ada beberapa hewan yang diharamkan atau dilarang untuk dikonsumsi, hewan amphibi yang hidup di dua alam, binatang buas yang memiliki cakar dan taring dan lainnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Khusus babi, ini secara jelas dikatakan dalam Al-Qur’an dan berulang akan keharamannya. Sesuatu pelarangan yang diulang atau dikatakan secara jelas pasti menandakan akan bahayanya. Khamar diharamkan sudah pasti karena merusak akal, menyebabkan orang yang 100% normal bisa 0% tidak normal, tentu saja berbahaya bagi si peminum karena perbuatannya tidak terkontrol bisa juga berbahaya bagi orang lain.


Nah, begitu juga babi, pasti ada pengaruh dari makan babi ini dan bahaya jika memakan nya secuil atau pun banyak. Zaman dahulu atau ketika turunya wahyu pengharaman babi mungkin belum diketahui apa bahayanya, tapi para sahabat Nabi SAW dan seluruh kaum muslimin tunduk dan taat untuk tidak memakan daging babi. Dan setelah berabad-abad terlewati akhirnya diketahui dalam daging babi terdapat cacing yang sangat berbahaya bahkan tidak bisa mati walau sudah dipanggang dan digoreng atau dibakar. Namun bukan ini yang akan saya bicarakan, karena ini ilmiah, tapi saya akan berbicara yang bisa jadi ilmiah atau tidak, tergantung anda memandangnya. Hehe…

Untuk mengetahui pengaruh dari memakan daging babi, kita harus melihat dimana daging babi banyak dikonsumsi. Ternyata daging babi banyak dikonsumsi di Negara Eropa dan Amerika. Untuk lebih mengetahui lebih dalam, kita harus tahu bagaimana tabiat orang yang sering makan daging babi. Wah, ternyata di Eropa dan Amerika kehidupan bisa dikatakan sexnya bebas (tidak semua loh). Bertukar pasangan tidur sudah biasa, kumpul kebo, membangun keluarga tanpa ada ikatan pernikahan, cenderung individualis, angka orang yang terkena virus HIV/AIDS lumayan banyak. Sekarang kita lihat tabiat dari babi. Ternyata tidak ada bedanya dengan tabiat di atas. Hmm,,,dari sini saya berkesimpulan yang tidak ilmiah ini ada pentransferan tabiat dari babi ke manusia akibat memakannya. Kalau kembali ke sejarah arab jahiliyah kita dapati kehidupan sex arab jahiliyah juga seperti itu, tapi setelah pelarangan makan babi, sedikit demi sedikit tabiat jahiliyah hilang, hingga kini Negara arab sangat alergi dengan namanya babi bahkan orang Kristen koptik pun tidak begitu ngeh dengan daging babi, mendingan daging sapi, nikmat!!! Hehe…

Hmm,,,disamping itu ada bukti yang menguatkan, tahukah bahwa tentara-tentara amerika yang dibawa untuk invasi ke Irak dan Afghanistan mereka setiap hari disuruh memakan binatang-binatang buas, seperti daging anjing, ular, dll. Dan lihatlah tabiat tentara tersebut sangat menikmati ketika memborbardir dan membunuh bahkan memperkosa warga, rakyat di Iraq dan Afghanistan, begitu juga di Palestina. Naudzubillah,,, moga kita tidak memakan hewan yang diharamkan oleh Allah, wlau pun tulisan saya jauh dari ilmiah tapi percayalah bahwa apa yang diharamkan oleh Allah pasti berdampak buruk bagi kita, karena Dia yang menciptakan tentu Dia yang paling tahu dengan maslahat ciptaan-Nya. Wallahu a’lam.

Rabu, 29 Juni 2011

Piagam Azhar:”Islam adalah Negara Madani, Tidak Kenal Negara Agama”



Al-Azhar sebagai sumber dan pusat keilmuan islam kembali menunjukkan peran dan kedudukan besarnya di dunia khususnya di Mesir. Ada dua hal fundamental yang Al-Azhar berikan untuk Mesir pasca revolusi. Pertama adalah mendirikan “Bait Al-‘Alilah atau Rumah Keluarga”, yang bergerak di bidang usaha pembinaan social dan pemersatu masyarakat, menyelesaikan serta menghentikan sektarian yang muncul di Mesir yang berusaha menyebarkan dan menyulut api fitnah, perpecahan dan kekacauan. Kedua adalah mengesahkan “Watsiqah Al-Azhar atau Piagam Azhar” , sebagaimana yang disampaikan Grand Syekh Azhar Prof. DR. Ahmad Thayyeb, piagam ini berisi tentang arah negara Mesir ke depan, khususnya bentuk dan sistem negara Mesir. Salah satunya adalah menyetujui Mesir dengan sitem Demokrasi yang berdiri di atas Dustur atau Konstitusi dan Undang-Undang Dasar yang diridhoi oleh seluruh rakyat Mesir, yaitu pemisahan kekuasaan dan lembaga-lembaga kekuasaan yang ada yang diatur dan dibatasi oleh hukum, menjamin dan melindungi hak-hak dan kewajiban seluruh rakyat dengan adil, dan berpegang dengan Islam dan budaya Arab yang baik.


Piagam ini merupakan hasil dari follow up dialog antar cendikia, ulama, ilmuwan, negarawan, pemikir Mesir mengenai pemikiran dan keagamaan yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan kedamaian Mesir pasca revolusi yang meletus 25 Januari lalu. Piagam ini menyatakan bahwa Islam tidak mengenal di dalam syari’at, peradaban, dan sejarahnya Negara Agama yang berkuasa penuh atas rakyat, seperti kekuasaan absolut Kristen beberapa abad lalu yang segala urusan diatur oleh pendeta yang merupakan tangan Tuhan. Bahkan Islam memberikan kebebasan bagi manusia untuk mengatur urusan sosial dan tata Negara demi mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan mereka, akan tetapi dengan syarat bahwa prinsip-prinsip dasar dan universal Syariat Islam menjadi sumber utama dalam perundangan Negara tersebut (dalam setiap pembuatan undang-undang tidak boleh berentangan dengan syariat Islam yang integral) dan memberikan kebebebasan pada warga non muslim menjalankan syariat mereka dalam urusan ahwal syakhsiyah.

 Karena itu, Negara disebut Negara Islam jika hukum utama dalam suatu Negara tersebut sesuai dengan nilai-nilai prinsip Islam, tidak peduli dengan bentuk Negaranya apakah kerajaan, dinasti, republic, atau menggunakan system demokrasi dan sebagainya dan selama tidak bertentangan dengan prinsip syari’at Islam. Karena Islam dan syariatnya memeliki keistimewaan dengan agama-agama lain. Hanya Islam yang mengatur masalah muamalah manusia dengan sempurna dan menyeluruh. Sedangkan agama-agama lain hanya mengatur sebatas ibadah. Tentunya sumber hukum Syariat Islam tersebut sesuai dengan pemahaman yang shahih atau benar, mengingat banyak orang-orang yang minim pemahaman Islam berbicara dengan mengatasnamakan Islam sehingga terjadi kesalahan dalam mempersepsikan syariat Islam.

Islam hanya mengenal Negara Madani, sebagimana yang telah Muhammad Rasulullah SAW dan Khulafa’ Ar-Rasyidin praktekkan 14 abad lalu.

http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/06/26/piagam-azharislam-adalah-negara-madani-tidak-kenal-negara-agama/

Soeharto dan Husni Mubarak, Kembar tapi Beda

 

Mengenai revolusi di Mesir, ternyata ada banyak persamaan antara pemerintahan Soeharto di Indonesia dengan Mubarak di Mesir. Meski pun begitu, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Ingin mengetahui lebih lanjut? Ikuti tulisan di bawah ini.


Bentuk Persamaan:
1.       Soeharto dan Mubarak sama-sama Jendral Militer.
2.      Sama-sama memimpin selama tiga decade, Soeharto (1968 s/d 1998), Mubarak (1981 s/d 2011).
3.      Sama-sama lengser karena revolusi para rakyat yang umumnya adalah pemuda.
4.      Sama-sama Raja Korupsi, walau di Indonesia lebih parah sampe ke anaknya yang mengintervensi sebagian besar transaksi bisnis dan perdagangan penting.
5.      Sama-sama berharap mewariskan kursi presiden ke anaknya walau pupus di tengah jalan.
6.      Kekuasaan ada pada satu lembaga atau satu tangan yaitu Presiden.
7.      Sama-sama melakukan praktek pengaturan suara dalam pemilu baik legislative maupun eksekutif.
8.      Hmmm,,,sama-sama udah gaek dan beruban serta sakit-sakitan.
9.      Sama-sama ada perkelahian etnis atau agama pasca revolusi.

 Bentuk Perbedaan:
1.      Situasi di Indonesia lebih sulit dan kompleks dibanding Mesir, mengingat banyaknya pulau (17 ribu pulau dan 6000 yang dihuni), etnis dan keragaman suku, budaya dan agama di Indonesia menyebabkan banyaknya perang etnis serta kemunculan kaum separatis. Akibatnya pasca reformasi banyak terjadi perang etnis di Indonesia, contohnya Suku Dayak dengan Madura, perang Kristen dengan Islam di Poso, kaum separatis di Aceh, Maluku, Papua dan Timor-Timur. Berbeda dengan Mesir yang dengan cepat menyelesaikan konflik agama, etnis dan mazhab.
2.       Dari no 1, kita dapat mengetahui bahwa Soeharto ketika itu memakai system sentralisasi sedangkan Mubarak di Mesir mengunakan system desentralisasi.
3.      Keadaan ekonomi Mesir relative stabil disbanding dengan Indonesia yang jauh merosot tajam.
http://sosok.kompasiana.com/2011/06/29/soeharto-dan-husni-mubarak-kembar-tapi-beda/http://sosok.kompasiana.com/2011/06/29/soeharto-dan-husni-mubarak-kembar-tapi-beda/

Bangkitkan Jiwa Rakyat Indonesia Lewat Film Kolosal



Semua kompasianer pasti tahu Ip Man bukan? Ksatria China yang berjuang melawan imperialis dan colonial Jepang, pendekar China yang menguasai teknik wingchun. Semua kompasianer juga pasti tahu dengan Wong Fei Hung (bener gak ya tulisannya? Hehe), pahlawan China dan bapak kungfu dunia. Dan mungkin masih banyak pahlawan-pahlawan China yang kita ketahui detai dengan sejarah-sejarahnya. Dan darimanakah kita tahu? Tentu dari film-film epic kolosal China yang mengkisahkan mereka.


Namun, saya tidak akan berlama-lama di pahlawan dan film China ini. Saya ingin berlama-lama dengan perfilman Indonesia. Hmm, rasanya semua udah pada tahu bagaimana arah dan orientasi perfilman di Indonesia saat ini. Kalo tidak horror ya cabul, bener gak? Walau ada satu-satu film kolosal Indonesia, seperti Sang Pencerah. Kalau dulu jaman 90-an, (saya masih kecil) mungkin kita pernah nonton Cut Nyak Dien, Si Pitung, Fatahillah dan Sunan Wali Songo. Tapi sekarang? Sangat jarang, padahal film epic kolosal ini sangat bagus dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Coba bagaimana perasaan anda sehabis nonton film Sang Pencerah? Bagi Muslim Indonesia pasti bangga dan semangatnya berapi-api serta tercerahkan. Bagaimana seandainya dibuat film kolosal Gajah Mada, Diponegoro, Imam Bonjol, dan pahlawan-pahlawan super Indonesia lainnya? Bisa dipastikan jiwa-jiwa kebanggaan sebagai warga Indonesia dan jiwa keberanian akan semakin tumbuh dan besar. Bukannya jiwa-jiwa penakut akibat nonton film suster ngesot, jiwa-jiwa daan pikiran kotor akibat nonton Miyabi Naik Delman dsb.

Memang, kendala pembuatan film epic kolosal membutuhkan dana yang sangat besar, tapi kita harus akui apalah arti uang besar jika  dibanding dengan jiwa-jiwa pemuda dan rakyat Indonesia yang besar dan percaya diri seperti tingginya kepercayan diri orang China? Lihatlah China sampai saat ini mampu menguasai ekonomi dunia, karena apa? Karena kepercayaan diri mereka yang tinggi, jiwa-jiwa dan mental mereka yang besar. Disebabkan apa? Karena mereka selalu memegang teguh prinsip dan nilai luhur kebudayaannya. Contoh lain adalah Jepang, secanggih apa pun jepang, mereka tidak pernah menanggalkan kebudayaan dan melupakan sejarah mereka.

Sekarang, saatnya sineas-sineas Indonesia berkreasi dan berkontribusi untuk bangsa, jangan hanya ingin meraup keuntungan dana, tapi merugikan jiwa rakyat Negara. Dari pihak pemerintah juga harus ada kucuran dana bagi sineas-sineas Indonesia yang ingin membuat film epic kolosal pahlawan atau sejarah besar Indonesia. Ingat!!! Kita juga bangsa besar, tak ada bedanya dengan China dan Jepang! Banggakan budaya dan sejarah Negara sendiri, ngapain bangga-banggain budaya dan sejarah Negara lain! Cukup kita mengambil nilai-nilai kebaikan dari kebuyaan Negara lain.

Selesai ditulis 02.45 waktu Cairo, 27 Juni 2011.