Kamis, 01 Juni 2017

Bunga Hutang Piutang Dalam Perspektif Fikih Islami




Bunga Hutang Piutang Dalam Perspektif Islam


A.    Pendahuluan
Sesungguhnya telah sepuluh abad sebelum orang-orang Eropa menyusun teori-teori tentang ekonomi, telah diturunkan oleh Allah Swt. sebuah analisa tentang ekonomi yang khas di daerah Arab. Hal yang lebih menarik adalah bahwa analisa ekonomi tersebut tidak mencerminkan keadaan bangsa Arab pada waktu itu, tetapi adalah untuk seluruh dunia. Jadi sesungguhnya hal tersebut merupakan hidayah dari Allah Swt., yang mengetahui sedalam-dalamnya akan isi dan hakikat dari segala sesuatu. Kemudian struktur ekonomi yang ada dalam firman Allah dan sudah sangat jelas aturan-aturannya tersebut, pernah dan telah dilaksanakan dengan baik oleh umat pada waktu itu. Sistem ekonomi tersebut adalah suatu susunan baru yang bersifat universal, bukan merupakan ekonomi nasional bangsa Arab. Sistem ekonomi tersebut dinamakan ekonomi Islam.
Kegiatan ekonomi dari masa ke masa terus mengalami perkembangan, yang dahulu ada kini tidak ada, atau sebaliknya. Dulu, institusi pemodal seperti bank tidak dikenal dan sekarang ada. Maka persoalan baru dalam fikih muamalah muncul ketika pengertian riba dihadapkan pada persoalan bank. Di satu pihak, bunga bank (interest bank) “mirip” dengan riba, di sisi lain, bank mempunyai fungsi sosial yang besar. Bahkan, masyarakat lebih memilih meminjam uang ke bank karena mudah dan cepat. Tentunya, pada konteks ini bank tak acuh dengan tujuan pinjaman yang dilakukan oleh nasabah.
Dari segi manifestasi bunga pinjaman, Indonesia sempat mengalami krisis moneter pada tahun 1997. Tercatat, akumulasi utang swasta luar negeri meningkat signifikan dari tahun 1992 hingga Juli 1997, sehingga 95% kenaikan hutang luar negeri berasal dari sektor swasta ini dan jatuh tempo rata-ratanya hanyalah 18 bulan. Bahkan selama empat tahun terakhir utang luar negeri pemerintah jumlahnya menurun[1]. Tentu, ini adalah manifestasi buruk dari bunga pinjaman.
Persoalan bunga hutang-piutang sebenarnya sudah ada di Irak sejak 3000 tahun sebelum masehi. Nadzir ‘Adnan Abdurrahman As-Sholih mengatakan bahwa ketentuan bunga pinjaman pada zaman itu telah diatur dalam undang-undang yang telah diketahui masyarakat. Besaran bunga yang dibebankan kepada peminjam sebesar 20 %.[2]
Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban umat manusia, tentu tidak melupakan fenomena ini. Dalam Islam, transaksi hutang-piutang dilakukan atas dasar tolong-menolong, bukan mengambil keuntungan dari pihak lain.[3] Oleh karena itu, untuk mengetahui hukum pengambilan bunga hutang-piutang, pada kesempatan ini penulis akan memaparkan berbagai bentuk bunga pinjaman, analisa hukum riba, berbagai jenis pinjaman dan dampak riba dalam kehidupan. Setelah itu, penulis akan mengkomparasikan riba dengan bunga pinjaman.

Bank Terminology / IstilahPerbankan مسرد بمصطلحات البنوك (English عربي)


Bank Terminology مسرد بمصطلحات البنوك
English عربي
Absolute Endorsement تظهير كامل 
Acceleration Clause شرط التعجيل 
Liability insurance تأمين ضد الغير 
Accept Drafts قبول السحوبات 
Acceptance Liability التزام بالقبول 
Accident Insurance تأمين الحوادث 
Accommadation of Loan تسهيل القروض 
Account Holder صاحب الحساب 
Account Department قسم الحسابات 
Accountee الوصي ( في كتاب الاعتماد)
Accounts payable حسابات واجبة السداد 
Accounts receivable حسابات تحت التحصيل 
Accured Interest Payable فوائد مستحقة لم تدفع بعد 
Acknowledgement of Receipt إقرار بالاستلام 
Acquittal , acquitance إبراء - تخالص 
Addressee المرسل إليه 

Rabu, 24 Mei 2017

Hikmah Perintah Sedekah dalam Alqur'an & Sunnah


Di antara Hikmah Banyak nya jumlah ayat Alqur'an yang menyuruh kita berinfak dan bersedekah, begitu juga banyaknya motivasi untuk bersedekah dan berinfaq dalam Hadits Nabi SAW adalah bahwa jangan menunggu orang faqir & miskin atau orang yang sangat kesusahan sudah akan sekarat baru tangan kita tergerak membantu, jangan menunggu orang faqir miskin harus meminta-minta dan mengemis baru kita mau menolong. Tapi hikmah nya adalah segera lah, peka lah jika ada orang yg miskin dan kesusahan di sekitar kita dengan membantu dan menolong mereka, sebelum mereka sekarat, sebelum mereka meminta-minta.

Sabtu, 15 April 2017

Karakter Sufi


Orang paling sufi di dunia setelah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar AS-siddiq, gelar nya di Arab satu level di bawah Nabi Muhammad al-Amiin. Iman nya masih lebih besar dari gabungan iman seluruh iman kaum muslimin di muka bumi.

Abu Bakar juga orang yg paling lemah lembut, dan bahkan selalu memaafkan kesalahan2 orang lain, tapi abu bakar adalah orang yg paling terdepan jika agama Islam dilecehkan, paling keras dengan pemikiran sesat n nyeleneh, seperti pelecehan/pemikiran sesat yg mengatakan bahwa zakat bukan kewajiban Islam. Ia paling terdepan memerangi para pengingkar zakat, karena ia tahu bahwa dengan zakat, kaum muslimin akan makmur dan sejahtera serta mulia. Aksi abu bakar itu adalah untuk menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Jumat, 07 April 2017

Air Dan Rezeki


"Wahai manusia, apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yg menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan nya?" {QS. Al-Waqi'ah: 68}.


Terkadang manusia merasa lebih hebat dari Tuhan nya, lintasan pikiran negatif nya mendahului atas sesuatu di masa depan yg belum terjadi sehingga tidak mau melakukan sesuatu disebabkan pikiran negatif tersebut. Banyak orang gagal & tersesat dikarenakan rasa kekhawatiran & pikiran negatif atas suatu masa depan yg belum terjadi. 

Dahulu orang membunuh anak perempuan karena rasa takut di masa depan bahwa anak perempuan akan menjadi aib bagi keluarga. Sekarang, orang pun takut memiliki banyak keturunan karena takut tidak bisa menafkahi anak2 nya. Laki2 takut menikah (hubungan halal) hanya karena rasa takut nanti belum bisa menafkahi keluarga, begitu juga perempuan takut menikah karena calonnya belum mapan, takut dikhianati, Dipoligami dll. Begitu juga mertua takut menikahkan anak nya hanya karena calon nya belum memiliki pekerjaan, belum sarjana dll.

Mari renungkan ayat suci qur'an di atas, wahai manusia pendapat kalian tentang rezeki yang kalian dapatkan? apakah kalian yang menurunkan rezeki itu atau Kami yang menurunkannya?

#igislam #igalquran #igmuslim #islamicquotes #tafsirquran #igquotes #alquran#renungan #positivethinking