Sabtu, 15 April 2017

Karakter Sufi


Orang paling sufi di dunia setelah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar AS-siddiq, gelar nya di Arab satu level di bawah Nabi Muhammad al-Amiin. Iman nya masih lebih besar dari gabungan iman seluruh iman kaum muslimin di muka bumi.

Abu Bakar juga orang yg paling lemah lembut, dan bahkan selalu memaafkan kesalahan2 orang lain, tapi abu bakar adalah orang yg paling terdepan jika agama Islam dilecehkan, paling keras dengan pemikiran sesat n nyeleneh, seperti pelecehan/pemikiran sesat yg mengatakan bahwa zakat bukan kewajiban Islam. Ia paling terdepan memerangi para pengingkar zakat, karena ia tahu bahwa dengan zakat, kaum muslimin akan makmur dan sejahtera serta mulia. Aksi abu bakar itu adalah untuk menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Jumat, 07 April 2017

Air Dan Rezeki


"Wahai manusia, apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yg menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan nya?" {QS. Al-Waqi'ah: 68}.


Terkadang manusia merasa lebih hebat dari Tuhan nya, lintasan pikiran negatif nya mendahului atas sesuatu di masa depan yg belum terjadi sehingga tidak mau melakukan sesuatu disebabkan pikiran negatif tersebut. Banyak orang gagal & tersesat dikarenakan rasa kekhawatiran & pikiran negatif atas suatu masa depan yg belum terjadi. 

Dahulu orang membunuh anak perempuan karena rasa takut di masa depan bahwa anak perempuan akan menjadi aib bagi keluarga. Sekarang, orang pun takut memiliki banyak keturunan karena takut tidak bisa menafkahi anak2 nya. Laki2 takut menikah (hubungan halal) hanya karena rasa takut nanti belum bisa menafkahi keluarga, begitu juga perempuan takut menikah karena calonnya belum mapan, takut dikhianati, Dipoligami dll. Begitu juga mertua takut menikahkan anak nya hanya karena calon nya belum memiliki pekerjaan, belum sarjana dll.

Mari renungkan ayat suci qur'an di atas, wahai manusia pendapat kalian tentang rezeki yang kalian dapatkan? apakah kalian yang menurunkan rezeki itu atau Kami yang menurunkannya?

#igislam #igalquran #igmuslim #islamicquotes #tafsirquran #igquotes #alquran#renungan #positivethinking

Kamis, 09 Maret 2017

Asy'ari Akidah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah



Ketika terjadi fitnah besar-besaran dalam masalah akidah, hingga Ateisme. Muncul Imam Abu Hasan Al-Asy'ary (cucu dari pada sahabat Nabi SAW abu Musa Al-Asy'ari) mengcounter serta meluruskan pemahaman-pemahaman akidah yang batil, seperti mensifati Allah sama dengan makhluk, pemahaman yang menentang tidak adanya Tuhan. 


Dengan hadirnya Imam al-asy'ari, yadhkuluna fi diinillah afwaaja, orang-orang tak beragama atau pun beragama selain Islam memeluk agama Islam secara berbondong-bondong, pemahaman-pemahaman sesat dan menghinakan dzat Allan SWT padam bagai api disiram air. Hingga Imam al-asy'ari dikenal sebagai Imam ahlu sunnah wal jama'ah dan akidah asy'ari dikenal sebagai akidah ahlu sunah wal jama'ah, akidah yang sesuai dengan petunjuk Alquran dan sunnah. Para ulama-ulama besar setelah nya semua mengikuti akidah yg dijabarkan oleh imam asy'ari. 

Hingga datang lah seorang yg bernama Muhammad bin Abdul Wahab, yang kembali menebar fitnah dalam akidah, membid'ahkan kaum muslimin dan para ulama. Bukannya mengislam kan orang, tetapi kerjaaan nya adalah mengeluarkan orang dari Islam, menuduh kaum muslimin sebagai musyrik, pelaku bid'ah yang tempat nya di neraka, bahkan hingga kafir yg darahnya halal utk dibunuh. Na'udzubillah. Akidah Muhammad bin Abdul Wahab ini lah yang kemudian dikenal sebagai akidah wahabi. Hobi nya membuat keributan dan perpecahan di antara kaum muslimin. 


Semoga kita terhindar dari akidah sesat ini.

Jumat, 24 Februari 2017

Ibnu Khaldun Berbicara Tentang Tenaga Kerja


Menurut ibnu khaldun (tokoh dunia Islam, pakar berbagai ilmu, hakimul muarrikhin,hakim agung Mesir, sarjana & ulama Azhar, bermazhab maliki), "Tenaga kerja adalah sumber nilai, Setiap yang dibeli dengan uang atau barang yang bagus (pada hakikatnya) adalah dibeli dengan tenaga kerja (usaha), karena sebenarnya uang dan barang yg bagus tersebut diperoleh melalui kerja/usaha dari tubuh manusia. Tanpa tenaga kerja, tak akan diperoleh sesuatu apapun. Bahkan suatu nilai seperti sumber daya alam nilainya dapat berkembang dengan adanya tenaga kerja menusia."
Teori ibnu khaldun tentang nilai tenaga kerja di atas selaras dengan teori fikih muamalah tentang ujrah/fee/upah pada setiap akad mu'awadhah/tijarah. Bahwa tidak ada upah tanpa kerja, kecuali pada akad tabarru'at seperri sedekah, infaq, zakat, hadiah dll.
Untuk mendapatkan suatu nilai, uang, penghasilan atau barang, maka dibutuhkan kerja/usaha. Karena itu setiap penghasilan dan pendapatan tanpa ada kerja/usaha (yang halal) disebut mengambil harta dengan cara yg batil dan dilarang dalam Islam. Begitu juga riba (mendapatkan ribh/keuntungan pasti di awal tanpa ada kerja/usaha) dilarang dalam Islam.

Logika Wahabi yang Menyimpang



==Logika Wahabi==

1. Allah berfirman : {نسوا الله فنسيهم} (Mereka melupakan Allah, kemudian Allah pun melupakan mereka.).

Kata wahabi: Kami mengimani ayat tersebut sebagaimana tertulis, kami tidak akan pernah mentakwil ayat-ayat Allah, kami mengimani Allah punya sifat lupa, cuma makna lupa tersebut hanya Allah yang tahu, bagaimana atau seperti apa lupanya Allah hanya Allah yang tahu. (emoticon senyum)

2. Allah berkata dalam hadits qudsi riwayat Imam Muslim : "Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk Ku". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimana saya menjenguk Mu sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam ?". Dia berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu Fulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya ?, Tidakkah kamu mengetahui, seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati Aku di sisi nya. Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu". Ia berkata : "Wahai Tuhan saya, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?". Allah berfirman : "Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hambaKu si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya ? Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku ? Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku". Ia berkata : "Bagaimanakah saya memberi minum kepada Mu sedang kamu adalah Tuhan alam semesta ?". Allah berfirman : "Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, niscaya kamu mendapatinya di sisi Ku".

Kata Wahabi: Kami mengimani perkataan Allah sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an dan hadits qudsi, kami tidak mentakwilnya, kami mengimani sebgaimana zhahirnya. Kami mengimani Allah punya rasa sakit, tapi tidak seperti rasa sakitnya makhluk, bagaimana rasa sakitnya Allah hanya Allah yang tahu. Begitu juga kami mengimani Allah makan dan minum, cuma bagaimana makan dan minumnya Allah hanya Allah yang tahu. Menurut kami, jika kami menjenguk saudara kami yang sakit, kami akan mendapati Allah ada di sisi saudara kami yang sakit, cuma bagaimana datangnya Allah hanya Allah yang Tahu, kami hanya mengimani.