Senin, 09 Mei 2016

Memahami Pergerakan ISIS


ISIS hanyalah cover baru dari sebuah drama klasik yg dimainkan oleh Amerika & sekutunya.
Dulu mereka menghancurkan Iraq dengan alasan adanya teror senjata pemusnah massal di negara tersebut, tapi hingga kini tak ditemukan adanya senjata tsb padahal kekayaan negara Iraq sudah habis dirampok mereka, ratusan ribu atau mungkin jutaan muslim Iraq sudah mati.
Begitu juga revolusi di negara Arab, menghembus-hembuskan para muslim yg semangat keislamannya untuk menumbangkan pemerintahan yg ada (yg menurut mereka diktator dan zalim) agar stabilitas negara tsb kacau, Amerika cs menunggu pemerintah tsb melakukan pembunuhan pada rakyatnya sendiri (yg melakukan gerakan revolusi) sehingga menjadi alat justifikasi bagi Amerika dan sekutu untuk melakukan serangan serta mengambil alih pemerintahan yg kacau tsb atau mencapkan kekuatan politiknya di negara tsb sehingga pemimpin/presiden selanjutnya akan selalu menuruti keinginan politik Amerika & sekutu. Dengan begitu kekayaan negara tsb dapat dikuasai mereka. Hal ini sudah terjadi di Libya & Tunisia.

Maaf di Dalam Alquran


Dalam Alqur'an, sangat banyak ditemukan kata "فاعف, فاعفو، وليعفو" yang artinya adalah berilah maaf atau maafkanlah kesalahan mereka. 
Allah swt memerintahkan hamba Nya untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. 
Makna dari banyaknya perintah Allah swt utk memberi maaf di sini, selain karena memberi maaf itu terasa lebih berat dari sekedar meminta maaf. 
Perintah Allah swt tersebut juga memiliki makna kebalikannya atau sebaliknya yg tersirat yang dikenal "mafhum mukhalafah", jika orang yang tidak salah dianjurkan untuk memberi maaf, maka apalagi untuk orang yang bersalah dan melakukan kesalahan, sudah menjadi keharusan & kewajiban untuk meminta maaf!".

AGAMA, POLITIK DAN POLITIK KEPARTAIAN


Pandangan Sya'rawi tentang agama dan partai politik/politik kepartaian
Syekh Mutawalli Sya'rawy pernah ditanya:Mengapa Anda tidak berafiliasi pada partai agama? Beliau menjawab: Karena afiliasi pada partai agama (membentuk partai agama) bukanlah fokus Islam (dari zaman Rasulllah sampai kekhalifahan utsmany juga gak ada tuh partai2 politik agama), dan dan tidak ada satupun yang mampu memudharatkan Islam jika kamu tidak masuk partai si anu. Saya adalah muslim jauh sebelum mengenal kalian (orang2 partai agama), saya muslim jauh sebelum kalian mendirikan partai agama, dan saya tetap muslim walau setelah berakhirnya masa kalian, dan Islam tak kan lenyap walau tanpa (partai) kalian, karena kita semua adalah muslim, dan mereka bukanlah satu-satunya yang muslim. Sungguh sebelum akalku berbicara, aku menolak untuk memasuki sebuah partai yang meminta-minta belas kasihku dengan menyandarkan ceramah2 keagamaanku, Karena sesungguhnya aku menolak agamaku mengemis/ meminta-minta untuk dipilih pada kotak pemilihan umum. Aku tidak akan mengemis/meminta-minta agamaku (untuk dimenangkan) selain kepada Pencipta-ku. 

Dan aku berharap, (nilai-nilai) agama ini sampai kepada para politisi yg negarawan, dan aku juga berharap ahlu ad-din (agamawan/ulama) tidak sampai kepada politik (kepartaian). Jika kalian adalah ahlu ad-din (agamawan/ahli agama), maka tidak layak bagi kalian (memperdagangkan agama) berkecimpung dengan politik (kepartaian). Jika kalian ahli pilitik (politisi negarawan), maka aku punya hak untuk tidak memilik kalian, dan tidak ada dosa dalam agamaku (jika tidak memilik kalian).

ما قاله الشيخ شعراوي في الدين والسياسة الحزبية
سُئلَ الشيخ محمد متولي الشعراوي: لماذا لا تنتمي إلي حزب ديني؟ فأجاب: " لأن الانتماء إلى حزب ديني ليس من ركائز الإسلام ولا يَضير إسلاميَ شيءٌ إن لم أنتمِ إلى هذا الحزب؛ فأنا مسلم قبل أن أعرفكم، وأنا مسلم قبل أن تكون حزباً، وأنا مسلم بعد زوالكم، ولن يزول إسلامي بدونكم؛ لأننا كلنا مسلمون، وليسوا هم وحدهم من أسلموا. لأنني أرفض أن انتمي إلى حزب يستجدي عطفي مستنداً على وازعي الديني قبل أن يخاطب عقلي. لأنني أرفض أن أستجديَ ديني في صندوق انتخاب، فديني لا أستجديه من غير خالقي." ومن اقوالة : "أتمني أن يصل الدين إلي أهل السياسة.. ولا يصل أهل الدين إلي السياسة" فإن كنتم أهل دين، فلا جدارة لكم بالسياسة وإن كنتم أهل سياسة فمن حقي أن لا اختاركم ولا جناح على ديني

Sabtu, 05 September 2015

::Kolerasi Akidah dan Syariah::


Dalam akidah Islam, kita meyakini bahwasanya Allah lah yang melapangkan rizki seseorang dan menyempitkan rizki seseorang. 
Sehingga konsekuensi dari akidah ini adalah, bahwa sudah menjadi "sunatullah" atau "sunah kehidupan" akan selalu ada yang namanya orang "kaya" yang memiliki harta berlebih, dan ada juga orang "miskin" yang kekurangan & kesulitan harta.
Karena itu lah, dalam syariat Islam kita mengenal namanya "Zakat" & "Sedekah", kita pun diperintahkan untuk berzakat dan dianjurkan bersedekah kepada orang miskin (yang ditetapkan oleh syariat).
Kenapa orang yang mampu atau memiliki harta berlebih diwajibkan mengeluarkan zakat? Karena dalam akidah Islam, kita umat Islam meyakini bahwa harta dan rezeki yang kita dapatkan hakikatnya adalah milik Allah SWT, harta yang ada pada kita adalah titipan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Inilah keistimewaan Islam dan akidah seorang muslim yang benar. Akidah yang baik & benar akan melahirkan amal yang baik & benar.
Karena itu, jika ada seorang muslim yang enggan dan menolak membayar zakat, maka orang itu "bermasalah" secara akidah dan syariat.

Jumat, 07 Agustus 2015

"Selebrasi dan Opening New Suez Canal, Egypt's Gift to the World"


Suez Canal adalah saluran yang menghubungkan laut mediteranian dan laut merah. Dibangun lebih kurang selama 10 tahun 1859 M s/d 1869 M, pada masa Muhammad Sa'id Pasha (Anak ke 4 Muhammad Ali Pasha, Wali Mesir dan Sudan di bawah kekaisaran Ottoman).

Suez Canal merupakan salah satu penyumbang pendapatan Nasional Mesir yang terbesar, sekitar 10-15% dari total GDP. Bahkan diasumsikan oleh Hussein Sabbour (Konsultan Arsitektur ternama di Mesir) dalam 25 tahun ke depan, Suez Canal mampu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 25% dari total GDP Mesir.

Hari ini rakyat Mesir di bawah pemerintahan presiden Abdel Fatah el Sisi merayakan pembukaan New Suez Canal / kanal Suez Baru. Mega proyek ini dibangun dan diselesaikan dalam waktu 1 tahun (5 August 2014 s/d 6 August 2015), melibatkan 73 perusahaan nasional, 6 perusahaan besar internasional, 4.100 peralatan teknik dan 18.100 pekerja. Proyek New Suez Canal menghabiskan biaya dan pendanaan sekitar $ 8.4 miliar Dollar Amerika.

Dengan adanya New Suez Canal, diharapkan & diperkirakan dapat memulihkan & mendorong pertumbuhan ekonomi Mesir serta dapat meningkatkan standar hidup rakyat Mesir, tapi itu tergantung kebijakan pendistribusian kekayaan oleh pemerintah.
‫#‏مصر_علي_البركة‬