Selasa, 17 Mei 2011

Eksotika Cleopatra, Rommel dan Ageeba, Memori Indah Yang Tak kan Terlupa




Musim panas sudah lama menyapa, ujian akhir semester usai juga, libur semester sudah di depan mata, itu berarti waktunya tamasya menjelajahi alam Mesir yang sudah lama ku mendaftarnya. Ya, sebelum ujian akhir semester, Senat Fakultas Bahasa dan Sastra Arab Mesir telah menyebarkan pamflet paket liburan Matruh-Siwa untuk liburan musim panas ba’da ujian. Dengan membayar 170 pound Mesir aku bisa berlibur tiga hari lamanya menikmati indahnya alam Matruh dan Siwa, sekaligus melepas lelah dan penat selama ujian yang menyiksa. Matruh dan Siwa merupakan objek wisata paling diminati oleh turis mancanegara dan sudah berskala internasional. Matruh adalah nama daerah di pinggiran utara Mesir yang memiliki deretan pantai yang menakjubkan mata. Sedangkan Siwa adalah nama sebuah daerah bagian timur utara Mesir yang berdekatan dengan Libya, yang memiliki ribuan oase-oase yang jernih menyegarkan dahaga.

Karena begitu banyaknya objek wisata yang saya kunjungi, saya akan menceritakan 3 objek wisata alam saja, hamam Cleopatra dan Pantai Ajiibah. Selamat menyantap pengalaman memori indah saya Juli 2010 lalu. Hehe… ^_^

Liburan ku ini sangat berkah dengan memori begitu indah, bahkan sebelum bus AC berstandar internasional yang ku tumpangi gejala-gejala liburan nanti akan berjalan manis sudah kurasakan. Malam itu adalah final piala dunia antara Spayol versus Belanda. Aku menjagokan Spanyol, dan ternyata Spanyol mampu meraih gelar Piala Dunia pertamanya lewat gol Andres Iniesta.

Setelah merayakan kemenangan tim Spanyol, akhirnya aku dan kawan-kawan berkumpul di sekretariat senat, karena dari sekretariat senat inilah kami akan meluncur menyaksikan keindahan ciptaaan Tuhan SWT.
Memori dengan Rommel
Objek wisata pertama yang akan disinggahi adalah  Rommel. Rommel adalah sebuah nama pantai dan juga museum. Karena di dekat pantai ini terdapat museum peninggalan Nazi Jerman, nama Rommel diambil dari nama panglima yang menduduki daerah tersebut. Di dalam museum ini terdapat peninggalan-peninggalan nazi. Banyak turis bule menyempatkan singgah di museum ini sebelum berenang-renang dan berasyik masyuk ke pantai Rommel.

Setelah mengelilingi museum Rommel yang mungil dan berfoto ria di sana, aku dan kawan-kawan langsung meluncur ke pantai. Subhanallah! pemandangannya begitu indah dan asri, airnya sangat jernih, pasirnya bersih dan mewangi, bahkan tak satu pun aku temukan secuil sampah. Tiba-tiba senior menyeletuk padaku. “Ini belum seberapa, masih ada pantai yang akan membuat mu serasa disurga, pantai ageeba namanya”. Hmm, aku coba membayangkan pantai ageeba itu, ah, aku jadi pingin pingsan. Melihat eksotika pantai Rommel saja kepala ku sudah berkunang-kunang saking takjubnya.

Di pinggiran pantai Rommel berjejer tempat berteduh yang terbuat dari pelepah kurma. Duduk di sini harus bayar satu pound per kepala. Sedangkan dalam pantai, terdapat mainan apa namanya saya lupa, satu jam membayar 20 pound.

Tanpa lama-lama berfikir langsung aja ke pantai, udah kagak sabaran soalnya. Mulanya aku tidak mau menceburkan diri ke air, karena tidak membawa baju ganti yang tertinggal dalam bus, ntah dimana bus itu berada. Namun, melihat putihnya pasir, beningnya air, lembutnya ombak, aku tak sabar bersetubuh dengan pantai Rommel ini. Tanpa basa-basi, jebur… tubuhku menikmati pantai yang sangat eksotis ini, urusan ganti baju bisa diatur, jemur 20 menit insya Allah kering. Haha…

Tak terasa tiga jam berlalu, ketua rombongan rihlah (perjalanan) sudah memanggil agar berkumpul dan meluncur ke hamam cleopatra. Huft… memori indahku dengan Rommel terhenti di sini. Sampai jumpa Rommel.

Memori dengan Cleopatra
Hamam cleopatra adalah objek kedua untuk hari ini. Hamam cleopatra merupakan bahasa arab dari pemandian cleopatra. Wow, ke tempat pemandian ratu cleopatra! Seperti apa ya kira-kira? Apa bener cleopatra sering mandi di sana? Kita lihat saja yuk…hihi… ^_^

Wah, ternyata hamam cleopatra cukup besar terletak di pantai dan berada dalam batu besar. Banyak sekali turis bule datang ke tempat ini,  tak terkecuali warga Mesir sendiri. Air di sini begitu jernih. Namun sayang di sini tidak bisa mandi, selain karena tidak ada pasirnya, yang ada hanya batu-batuan. Konon, air di tempat pemandian cleopatra bisa menyembuhkan segala penyakit kulit, dan bisa menjadikan kulit lebih mulus seperti halnya cleopatra. Haha… masa’ sih! Pantesan, kebanyakan yang berwisata ke sini adalah kaum hawa. Wanita-wanita mesir keturunan cleopatra pun banyak berlalu lalang, dan sesekali menyapa aku. Cie…serasa jadi bule juga jadinya… bule kampungan kale… :D

Tak terasa tiga jam berfoto ria dan menelusuri hamam cleopatra berlalu, lagi-lagi ketua rombongan menggiring kami yang masih asyik-asyiknya berlaga bak model di hamam cleopatra.

Hari hampir sore, kami berkumpul dan segera menuju tempat penginapan. Penginapan kami sederha, maklumlah ongkos mahasiswa. Malam hari aku dan teman-teman keliling ke pinggiran pantai dengan menggunakan sepeda. Kisah di malam hari ini tidak saya publish karena alasan tertentu. Hehe…

Pagi datang, mentari menyapa, udara di daerah penginapan kami sangat sejuk. Hmm, dalam khayalku, aku mengkhayal seandainya nanti aku dapat berbulan madu berdua dengan istri ku di sini. Betapa indahnya hidup itu, serasa dunia milik aku dengan istri ku. Hoho… (makanya cepet tamat kuliah!). Setelah sarapan dengan tempe plus hati buatan tim konsumsi, saatnya menjelajah pantai ageeba.

Memori dengan Ageeba
Seperti yang telah aku katakan, Ageeba adalah nama sebuah pantai nan indah nun di ujung utara negara fir’aun. Terletak 28 km dari kota Matruh. Ageeba memiliki arti ajaib. Pantai ini dinamakan pantai ajaib karena memiliki tujuh warna. Penasarankan? Ya, pantai ini memang memiliki tujuh  warna jika dilihat dari jauh. Pantai ini mungkin bisa direkomendasikan sebagai keajaiban dunia. Jarang-jarang orang bisa berlibur ke pantai ini. Sangat rugi mahasiswa yang kuliah di Mesir tapi tak pernah bercinta dengan Ageeba. Rugi tujuh turunan… wkwkwk

Inilah pantai yang sudah tak asing lagi di telinga bule-bule. Bagaimana jika dibandingkan dengan di Bali? Aku tak tau, karena aku sendiri belum pernah ke Bali. Air laut di pantai ageeba sangat bersih, jernih, nyaris tak ada secuil sampah. Pemandangannya begitu indah, ciptaan Allah yang begitu sempurna. Dari anak-anak sampai dewasa memenuhi pantai ini, dan ajaibnya, air ini selalu bersih dan jernih walau begitu ramainya orang yang mungkin pada kencing di celana. Haha…(malu-malu in aja). Lantai atau dasar air pun terlihat dengan jelas. Sungguh, eksotika tiada duanya diantara pantai yang pernah aku kunjungi. Rasany betah berlama-lama, berjam-jam dalam air ini. Bahkan ada teman ku yang sejak kali masuk kedalamnya tidak keluar-keluar sampai jatah waktu di pantai ini habis. Weleh-weleh,  kuat sekali dia, bisa masuk angin dan sakit berat.

Wah, hari sudah sore, waktunya bersiap-siap untuk kembali ke penginapan dan melihat sun set serta air pantai berubah menjadi tujuh warna.

Sabtu, 14 Mei 2011

Din Syamsuddin : “Muhammadiyah Akan Buat Gerakan Pembaharuan Jilid Dua”


Cairo, Nasr City – Musyawarah Cabang (Muscab IV) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM Kairo) rabu malam (11/5/2011) secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah disertai pemukulan gong. Pembukaan Muscab IV diadakan di pasanggrahan KPMJB dan dihadiri lebih dari seratus kader serta para simpatisan Muhammadiyah. “Kami sangat senang sekali sebagai anak dan murid dijumpai oleh bapak serta gurunya, padahal Pak Din memiliki jadwal yang sangat padat bahkan sebenarnya acara beliau adalah menghadiri konferensi ekonomi di Doha, Qatar, namun Bapak kita mau menyempatkan diri untuk menengok anaknya yang di kairo,” ucap Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc, Ketua PCIM Kairo dalam sambutannya.


Muscab dengan tema “dialog umum dan temu kader Muhammadiyah” didahului dengan “NOBAR” (nonton bareng) film “Sang Pencerah”, film drama colosal garapan Hanung Bramantyo sebelum pembukaan oleh Pak Din.

Sebelum dialog, Pak Din memberikan sepatah kata untuk memotivasi para kader di Kairo. “Muhammadiyah memiliki budaya yang egaliter, kita semua sama derajatnya, jika Saya berkunjung ke Muhammadiyah di Maluku tidak ada yang mencium tangan, justeru  Saya mendapat kritik,” cerita Din. Pak Din menjelaskan bahwa yang menjadi kekuatan Muhammadiyah adalah filosofi “Al-Ma’un”. Filosofi yang dibawa oleh pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, yaitu usaha dan amal. “Organisasi kita bersifat amal, jadi kalau ada yang ingin mendirikan cabang Muhammadiyah disyaratkan harus ada usaha dan amal di daerah tersebut, seperti sekolah, rumah sakit dan lainnya” terangnya. Namun lanjut Din tidak harus sekolah dan rumah sakit, usaha menerbitkan buku seperti yang dilakukan PCIM Kairo juga merupakan usaha dan amal.

Selain itu Pak Din juga bercerita tentang pendahulu-pendahulunya, banyak sejarawan yang mengatakan Muhammadiyah telah melakukan kesalahan besar dengan menghapus 7 kata dalam Pancasilla. Namun lanjut Din, sejarawan senior Indonesia, Taufik Abdullah menegaskan justeru muhammadiyah telah berjasa besar dalam memberikan 3 kata dalam pancasilla yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. “Kalau tidak ada kata ini mungkin Saya tidak menjadi Ketua PP Muhammadiyah Indonesia, tapi Muhammadiyah Indonesia Timur karena Saya berasal dari Sumbawa. Karena ketika pancasilla disahkan, Indonesia bagian timur mengancam akan memisahkan diri jika 7 kata dalam pancasilla tetap dipertahankan,” jelas Din.

“Selain dari 3 kata tersebut, Muhammadiyah juga berjasa besar dalam memberikan kalimat pancasilla “mencerdaskan kehidupan bangsa”, yang kita cerdaskan bukan bangsa saja, tapi lebih dari itu kehidupan bangsa agar lebih hidup,” tambahnya.

Pak Din melanjutkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berorientasi sebagai gerakan Islam, dakwah, dan pembaharuan, tapi juga gerakan pencerahan. “Gerakan pencerahan ada 3 gradasi : Pertama, membebaskan, yang berarti membebaskan belenggu dari syirik, tahayul, dan bid’ah serta kebodohan dari berbagai elemen kehidupan. Kedua, memberdayakan, yaitu memberdayakan manusia lewat pendidikan dan layanan kemasyarakatan. Ketiga, memajukan, yaitu memajukan Islam dan bangsa Indonesia dari segala sisi, “ ungkap Din.

Kata Pak Din, Muhammadiyah akan melakukan pembaharuan jilid 2. Sebelumnya adalah “at-tajdid fil Aqidah” pembaharuan dalam aqidah karena masyarakat Indonesia dulu bahkan sampai sekarang masih percaya dengan mitos-mitos, syirik, tahayul dan sebagainya. Pembaharuan kedua yaitu “at-tajdid fil mu’amalat” pembaharuan dalam muamalah dan keseimbangan pembaharuan dalam pembaharuan.

“Kita sebenarnya juga salafi yang mengikuti manhaj ulama terdahulu, tapi bukan salafi yang suka kekerasan seperti yang ada sekarang,” pungkas Din.

Selain gerakan pencerahan Muhammadiyah akan melakukan gerakan kultural. Dakwah kultural yaitu dakwah kepada yang baik dan mencegah hal yang buruk “yad’una ilal khair, wa yanhauna ‘an al-munkar”. Pak Din mengatakan ada yang dilupakan oleh Muhammadiyah selama ini, yaitu mencegah perbuatan mungkar, salah satu dari jutaan kemungkaran itu adalah korupsi. Kata Din saat ini kemungkaran itu sudah terorganisasi, dan ini bahaya bagi bangsa Indonesia. “Partai politik kalau sudah sibuk masalah kursi, lupa sama ayat kursi,” katanya.

Diakhir Din menyampaikan ekonomi Indonesia sangat mengkhawatirkan karena cenderung kapitalistik tidak sesuai amanat UUD yang demokrasi dan merakyat. Bagi Din harus ada perubahan dalam bidang ekonomi Indonesia. Din juga sangat miris dengan sebagian rakyat Indonesia yang tidak lagi berwatak memberi, tapi berwatak menerima.. “Partai politik kalau sudah sibuk masalah kursi, lupa sama ayat kursi,” katanya.

Diakhir Din menyampaikan ekonomi Indonesia sangat mengkhawatirkan karena cenderung kapitalistik tidak sesuai amanat UUD yang demokrasi dan merakyat. Bagi Din harus ada perubahan dalam bidang ekonomi Indonesia. Din juga sangat miris dengan sebagian rakyat Indonesia yang tidak lagi berwatak memberi, tapi berwatak menerima.

Bentrokan Salafi dan kristen Koptik Tewaskan 12 Orang


Cairo – Pemerintah Mesir telah mengumumkan serangkaian langkah keamanan untuk menghentikan kekerasan agama pasca tewasnya 12 orang dalam bentrokan di pinggiran kota Kairo, Imbaba, yang dipicu oleh rumor bahwa orang Kristen telah menculik seorang wanita yang masuk Islam. Tentara negara juga berjanji pada hari Minggu untuk mengadili 190 orang di pengadilan militer atas insiden Sabtu lalu. Bentrokan tersebut merupakan yang terburuk sejak 12 orang meninggal dan gereja dibakar, dan ini menjadi tantangan baru bagi Jendral Tanthawi sejak turunnya Mubarak.



Ketegangan yang terjadi sangat tinggi, tentara bahkan mengepung jalan-jalan dekat gereja Saint Mina, di mana sekitar 500 Muslim Salafi telah berkumpul pada hari Sabtu untuk memanggil orang Kristen agar menyerahkan wanita yang mereka culik. Tentara dan polisi melepaskan tembakan ke udara menggunakan gas air mata untuk memisahkan kedua pihak, tapi bentrokan tidak berhenti hingga larut malam. Kekerasan sulit dihentikan karena terjadi pemadaman listrik ketika bentrokan malam hari.

Bentrokan ini meletus pada hari sabtu lalu, “kedua belah pihak disenjatai dengan senjata api, bom melotov dan batu,” kata seorang saksi.

"Kaum Salafi disalahkan atas insiden ini, tapi siapa sebenarnya yang bertanggung jawab masih tidak jelas," kata Reporter Al Jazeera Rawya Rageh. “Sejak Revolusi pelanggaran hukum dan kriminalitas di mesir terus meningkat karena hukum begitu longgar,” Rawya menambahkan.

Pada hari Minggu, ratusan pemuda Kristen berlari menuju Kairo pusat ke stasiun televisi negara menyerukan penurunan Mohamed Hussein Tantawi, yang memimpin dewan militer yang berkuasa di Mesir. Sebuah kerumunan orang Muslim bertemu mereka dan beberapa diantara mereka berusaha untuk menenangkan kemarahan orang-orang Kristen, tetapi perkelahian pecah dan kedua kelompok saling melempari batu.

Diduga bentrokan ini sengaja dibuat dan setting. Seorang warga mesir mempertanyakan bagaimana mungkin si Salafi dan Kristen Koptik ini mampu menggunakan senjata api dengan baik? Kemudian darimana mereka dapat senjata tersebut? Seorang pengamat juga mengatakan, “sungguh aneh, 18 hari mereka bersama-sama di lapangan Tahrir menuntut revolusi, tapi setelah itu saling berkelahi?” Banyak yang menduga ini adalah ulah preman bayaran. Namun, sampai saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kasus wanita masuk muslim ini pernah dilakukan oleh jaringan Al-Qaeda cabang Iraq. Dimana seorang wanita kristen berpura-pura masuk Islam agar bisa cerai, sehingga kristen koptik yang melarang perceraian menahan wanita tersebut. Jadi, dengan begini mudah memecahkan kerukunan beragama antara Muslim dan Kristen Koptik.
Grand Syekh Azhar serta Mufti Mesir menyerukan agar jangan mudah terhasut oleh fitnah. Permasalahan harus diselesaikan dengan dialog.

Ingin Padamkan Cahaya Islam? Oh, Tidak Bisa!


Hampir sebulan ini media massa, pers dan berita secara massive memberitakan Negara Islam Indonesia (NII). Berita yang dikeluarkan dan digadang-gadangkan adalah bahaya gerakan NII ini bagi kesatuan dan persatuan Indonesia serta Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Indonesia. Terlepas apakah NII ini baik atau buruk, sesuai manhaj dakwah Islam yang benar atau tidak, di sini Saya hanya akan membahas apa motif dari media-media Indonesia begitu semangat dalam membangun opini publik akan bahaya besar NII. Bahkan, sampai-sampai beberapa tokoh muslim dan sarjana muslim ikut mengaminkan berita tersebut tanpa ada penelitian dan penyelidikan lebih dalam. 


Seakan-akan mereka atau mungkin Anda yang muslim merasa alergi dengan Islam sendiri. Bahkan ada tokoh dari parpol Islam mengatakan NII adalah ide kampungan, lantas kenapa tokoh tersebut masuk parpol Islam? Sungguh lucu… Muslim malah meremehkan agamanya sendiri, tak ada lagikah muslim seberani Umar bin Khattab ra. yang masuk Islam dan dengan berani serta bangga mengatakan keseluruh kaum kafir Quraisy bahwa ia telah memilih islam sebagai agamanya. Tak ada lagi yang berani meniru Nabi Muhammad SAW. yang dengan PeDe mengirim surat ke Raja Romawi Heraklius untuk memeluk Islam.

Saya melihat ada motif terselubung dari seruan massive media tentang NII ini, tidak hanya gerakan NII saja yang ingin diberantas tapi intinya selain mereguk keuntungan yang berlipat media ingin menyudutkan Islam, mengecilkan Islam dan membangun opini masyarakat Indonesia bahwa Islam itu bahaya bagi NKRI. Padahal, sebagian besar UUD dasarnya adalah dari Islam juga, begitu juga pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Media dan sebagian oknum di dalamnya atau di belakangnya ingin membuat pemerintah agar bertindak tegas dengan apa saja yang berbau Islam apakah itu parpol, organisasi, dan LSM. Media juga ingin mencuci pikiran warga Muslim Indonesia yang bodoh dan awam tak tahu agamanya sendiri untuk menyalahkan Islam, menjauh dari kemuliaan Islam, ingin Islam tak ada campur tangan dengan urusan negaranya, Islam hanya mempersulit kemajuan negara. Bisa jadi parpol dengan asas Islam, organisasi yang ada label Islamnya, bank yang ada label Islamnya, sekolah yang ada label Islamnya, LSM yang ada label Islamnya dan lembaga-lembaga keislaman akan ditutup dan dilarang dalam Negara Indonesia yang mayoritas adalah beragama Islam, urusan umat Islam hanya sholat atau ibadah saja. Hal-hal yang ada Islamnya akan diawasi, bahkan oleh orang Islam sendiri. Lagi-lagi sangat lucu orang Islam tidak PeDe bahkan menyalahkan Islam?

Apa yang ingin dibangun media Indonesia saat ini mungkin mirip dengan apa yang dimainkan media Amerika mengenai jaringan Al-Qaeda sebagai pelaku penabrakan pesawat ke gedung WTC dan Pentagon. Bagi Saya ini sungguh lucu, sistem keamanan darat dan udara sehebat Amerika bisa dibobol oleh orang jauh dari Arab sana? (lebih jelas baca di sini). Dengan berita massive, dalam sesaat warga Amerika langung termakan media bahwa pelakunya adalah jaringan teroris Al-Qaeda tanpa ada penelitian dan penyelidikan lebih mendalam dan transparan (kita perlu meyakinkan diri apakah benar Al-Qaeda itu ada? Apakah personil Al-Qaeda benar-benar muslim? Apakah Anda pernah bertemu sapa dengan Osama? Jangan-jangan kita hanya tertipu media atau bahkan para jurnalis sendiri ditipu juga?). Semua mata dunia tertuju pada Islam, opini dunia terbangun bahwa Islam adalah agama teror dan bahaya bagi kedamaian dunia. Amerika (maksud Saya bukan seluruh warga Amerika, tapi adalah sebagian oknum apakah oknum tersebut berada dalam pemerintahannya, dalam perusahaan-perusahaan besar di Amerika, militernya dan lainnya) dan Zionis ingin mematikan cahaya Islam. Mereka ingin muslim itu alergi dengan Islam, mereka takut Islam mendominasi dunia apalagi hukum Islam sampai diterapkan semuanya.

Tapi apa yang terjadi sampai detik ini wahai orang yang mengaku beragama Islam? Wahai muslim yang mau dibodohi media? Pertumbuhan populasi muslim di negara Amerika, Eropa semakin meningkat tajam. Cahaya Islam justeru semakin terang (baca disini), nama Allah SWT. dan Muhammad SAW. terdengar di seluruh sudut bumi. Teramat benarlah apa yang dikatakan Allah SWT. dalam Al-Qur’an : " يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ " (8) سورة الصف (Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya) [S. As-Shaf :8].

Media, sehebat apapun membuat opini publik, membodohi umat Islam yang bodoh, Islam tidak akan pernah rendah apalagi hancur dan padam. Karena Allah SWT. sudah menjajikan akan menjaga agama ini dan akan selalu ada muslim yang tetap berjalan pada kebenaran. Satu muslim mati maka akan ada muslim baru yang hidup, satu muslim sesat maka akan ada satu muslim yang benar muncul. Seribu media berusaha menyudutkan dan melemahkan Islam, maka akan ada seribu media yang akan membangun Islam. So, ingin memadamkan cahaya Islam? Oh, tidak bisa!!!

Sabtu, 07 Mei 2011

Mahasiswa Minang di Mesir Adakan Pelatihan Manajemen Zakat, Azam KCB Juga Hadir



Cairo - Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM Mesir) bekerja sama dengan Almamater Alumni MAKN Koto Baru Padang panjang (ALMAKKI Mesir), Ikatan Alumni Raudhatul Ulum Sakatiga (IKARUS Mesir) dan Paket Kajian Ekonomi Islam (PAKEIS ICMI Kairo) mengadakan pelatihan manajemen zakat. “Tujuan utama pelatihan manajemen zakat ini adalah memberdayakan potensi Mahasiswa Indonesia di Mesir dalam mengelola zakat umat muslim di Indonesia nanti sekembali ke tanah air serta mempererat silaturahim dan kerja sama antara warga KMM Mesir, ALMAKKI dan IKARUS,” kata Ketua KMM Mesir Alnofiandri Dinar, Lc. pada pembukaan acara yang digelar di KPMJB selama dua hari ini, Kamis dan Jum’at (5-6/5/2011).

Pelatihan singkat ini terdiri dari tiga materi: Pertama,  Zakat dalam Fikih Klasik. Kedua, Zakat Kontemporer. Ketiga, Undang-undang Zakat. Materi pertama Zakat Fikih Klasik diisi oleh Ustadz Jamaluddin Ahmad Khalik, MA. Pada materi ini Ustadz Jamal menjelaskan secara detail model zakat fikih klasik yang tercantum dalam nash atau teks Al-Qur’an dan Hadits serta cara penghitungannya. “Menguasai zakat dalam fikih klasik sangat penting dan merupakan dasar pokok untuk mengetahui zakat kontemporer,” tegasnya.

Materi kedua Zakat Kontemporer dipaparkan dengan sangat baik oleh Direktur PAKEIS, Ustadz Ahmad Ghazali Assegaf, Lc. Pada materi ini dijelaskan dengan singkat dan padat mengenai zakat profesi, zakat barang al-Mustaghallat, zakat saham perusahaan, dan zakat obligasi (as-Sanadat) serta praktek penghitungannya. Pada sesi ini Ustadz Ghazali sedikit menyinggung kesalahan pengambilan zakat sebuah perusahaan terhadap karyawan atau pegawainya atau kebodohan seseorang yang membayar zakat harta padahal hartanya tidak sampai se-Nishab (senilai 85 gram emas murni). “Perusahaan yang mewajibkan zakat pada pegaiwanya yang sebenarnya tidak wajib mengeluarkan zakat maka perusahaan itu telah berbuat zalim dan berdosa, sedangkan zakat dari pegawai tersebut bukan dinilai sebagai zakat tetapi sedekah,” ujarnya.

Materi terakhir Undang-Undang dan Pengelolaan Zakat disampaikan oleh Ustadz Hasanuddin Azali, Lc, Dipl. Ia mengungkapkan ada dua jenis lembaga pengelola zakat di Indonesia, Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Induk badan amil zakat Indonesia adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang mengambil zakat dari BUMN juga zakat presiden serta beberapa jajarannya. BAZNAS didirikan berdasarkan Keppres No. 8 tahun 2001, dan Didin Hafidhuddin ditunjuk sebagai ketua umumnya. Selain itu terdapat 14 LAZ yang mendapat sertifikasi resmi dari pemerintah.

Regulasi pengelolaan zakat diatur dalam Undang-Undang No. 38 Tahun 2009 dan Keputusan Menteri Agama RI No. 373 Tahun 2003. “Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa dalam mensejahterakan umat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi sangat disayangkan karena manajemen zakat yang kurang baik mengakibatkan zakat hanya sedikit manfaat yang dapat dirasakan. Selain itu masih banyak orang yang mengeluarkan zakat harta secara individu, padahal cara ini sangat tidak efektif dan tidak sedikit menimbulkan kericuhan bahkan menelan nyawa,” jelas Ustadz Hasan.

Ia menjelaskan pemberian zakat ada dua macam. Pertama bersifat konsumtif dan kedua bersifat produktif. Pemberian konsumtif adalah pemberian zakat secara cash yang langsung dikonsumsi habis oleh muastahiq, sedangkan pemberian zakat produktif adalah pemberian zakat kepada mustahiq dengan cara memberikan live skill kepadanya sehingga mustahiq dapat bekerja dan menjadi muzakki di tahun berikutnya.

Mengenai undang-undang zakat di Indonesia, seharusnya yang diatur tidak hanya cara pengelolaan lembaga zakat saja, tapi juga diatur kewajiban seorang muslim yang mampu untuk membayarnya. Karena zakat bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhannya, tapi juga hubungan manusia dengan hak manusia lainnya.

Acara yang dihadiri ratusan peserta ini juga dihadiri oleh bintang film Ketika cinta bertasbih, Mas Azam. Mas Azam sangat antusias dan aktif dalam pelatihan ini. Selain itu tak ketingalan hiburan dari tim nasyid BISMIK dengan membawakan lagu Jepang sebagai penutup pelatihan manajemen zakat, kemudian pembagian sertifikat untuk seluruh peserta.