Kamis, 09 Desember 2010

Dead Hearts

Persepsi tentang mati memang berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa sudah mati ketika kehilangan kekasihnya. Ada yang merasa mati ketika ludes harta bendanya. Dan, ada yang menganggap hidupnya tak berarti saat dirundung kegagalan dan kedukaan akibat musibah.

Mati bukan hanya ketika seseorang telah mengembuskan napas terakhir, matanya terpejam, detak jantung terhenti, dan jasad tak bergerak. Itu semua hanya mati biologis. Kematiannya masih bermanfaat karena menjadi pelajaran bagi yang hidup. Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah kematian menjadi pelajaran, dan cukuplah keyakinan sebagai kekayaan." (HR At-Thabrani dari Ammar RA).

Alangkah banyak manusia sudah mati, tapi masih memberikan manfaat bagi yang hidup, yakni masjid atau madrasah yang mereka bangun, buku yang mereka tulis, anak saleh yang ditinggalkan, dan ilmu bermanfaat yang telah diajarkan. Meraka mati jasad, tapi pahala terus hidup (lihat QS al-Baqarah [2]: 154).

Sesungguhnya yang perlu diwaspadai adalah mati hakiki, yakni matinya hati pada orang yang masih hidup. Tak ada yang bisa diharapkan dari manusia yang hatinya telah mati. Boleh jadi dia hanya menambah jumlah bilangan penduduk dalam sensus. Hanya ikut membuat macet jalanan dan mengurangi jatah hidup manusia lain. Itu pun kalau tak merugikan orang lain. Bagaimana halnya dengan koruptor, orang yang merusak, dan menebar kejahatan di muka bumi?

Tanda manusia yang hatinya telah mati, antara lain, kurang berinteraksi dengan kebaikan, kurang kasih sayang kepada orang lain, mendahulukan dunia daripada akhirat, tak mengingkari kemungkaran, menuruti syahwat, lalai, dan senang berbuat maksiat.

Ada tiga hal yang bila kita tinggalkan akan menyebabkan kematian hati. Pertama, bila shalat ditinggalkan, itu akan membuat jiwa kalut. Kita akan terjerumus ke dalam perbuatan keji, terseret ke lembah kemungkaran dan kesesatan (QS al-Ankabut [29]: 45 dan QS Maryam [19]: 59), dan bisa menyusahkan serta merugikan orang lain.

Kedua, meninggalkan sedekah. Itu berarti kita egois, individualis, dan enggan berbuat baik. Kepedulian sosial seperti sedekah adalah bukti keimanan. Orang yang suka bersedekah hatinya lapang dan dijauhkan dari penyakit, khususnya kekikiran, sedangkan para dermawan selalu menebar kebajikan sehingga dekat dengan manusia, Allah, dan surga.

Ketiga, meninggalkan zikrullah adalah awal kematian hati. Hatinya akan membatu sehingga tak bisa menerima nasihat dan ajaran agama. Zikir akan menimbulkan ketenangan hati (QS Ar-Ra'd [13]: 28). Orang yang tenang hatinya akan berperilaku positif dan tak mau berbuat jahat.

Mukmin yang selalu shalat, senang bersedekah, dan memperbanyak zikrullah akan menjadi orang yang paling baik, memiliki hati yang hidup, dan menebar kebaikan kepada sesama. Bila kita merasa rajin shalat, sedekah, dan zikir, tetapi hatinya mati, kemungkinan besar shalat, sedekah, dan zikirnya cenderung formalitas tanpa jiwa.

Senin, 06 Desember 2010

Pertanyaan menjebak ketika wawancara

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.



3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?

Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

9 tips jika cinta bertepuk sebelah tangan

SAKIT hati, kecewa atau bahkan merasa malu bila kita menyadari bahwa cinta yang kita bangun ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Ironis sekali kedengarannya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan terkadang kamu yang mengalaminya akan merasa bahwa kamu yang berlaku salah. Karena terlalu membesarkan perhatian yang kamu terima dari seseorang.

Namun kehidupan akan terus berjalan. Tidak perlu menyesali secara berlebihan apa yang menimpa kamu. Yakinkan bahwa mungkin orang yang kamu sukai bukan orang terbaik yang patut mendapatkan cinta kamu. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menolong diri kamu sendiri dan mengeluarkan diri kamu dari rasa sedih yang terkadang berkepanjangan.

1. Sadari Posisi Kamu
Sadarilah, betapa besar rasa suka kamu pada dirinya, dia tidak akan membalas perasaan kamu. Kamu tidak bisa membuat seseorang jatuh cinta pada kamu walaupun segigih apapun usaha kamu. Lebih baik kamu berusaha mencari kesibukan untuk menghilangkan perasaan kamu yang besar padanya.


2. Yakinkan Bahwa Kita Akan Mendapatkan Yang Terbaik.
Kamu pantas mendapatkan seseorang yang menghargai dan peduli dengan kamu. Untuk itu tanamkan keyakinan pada diri kamu bahwa suatu saat kamu akan memperoleh yang terbaik, seperti yang diharapkan. Dengan keyakinan seperti itu kamu bisa menanamkan rasa percaya diri untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.

3. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Kebanyakan dari kamu mungkin akan menyalahkan diri sendiri dengan mempertanyakan kenapa hal ini bisa menimpa kamu. Seandainya lebih berhati-hati dan tidak mengembangkan perasaan lebih jauh atas semua perhatian dan kasih sayangnya, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Hal seperti itu akan kerap menghantui pikiran kamu. Tapi untuk saat ini jauhkan rasa bersalah dari hati kamu. Jangan buat pengandai-andaian. Dan jangan pernah membayangkan hal-hal yang tidak berguna.

4. Jangan Mengembangkan Perasaan Kamu
Mungkin kamu sempat berpikir bahwa penolakan tersebut hanyalah masalah waktu. Dan kamu berusaha memperbaiki diri habis-habisan untuk mendapatkan perhatiannya kembali. Jangan pernah mencoba-coba mendapatkannya kembali, kamu tidak akan pernah berhasil. Sepertinya hal tersebut telah terlambat. Jika ingin berubah lakukan untuk diri sendiri. Dan sekarang sudah waktunya memikirkan diri kamu sendiri.

5. Carilah Orang Lain Yang Mengerti Kamu
Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Atau mencari keluarga atau teman yang dapat memahami perasaan kamu. Berbagilah dengan mereka, siapa tahu dari mereka,kamu mendapatkan pelajaran yang patut diikuti.

6. Tekuni Hobi
Lakukan hobi ataupun segala sesuatu yang membuat kamu gembira. Lepaskan pikiran dan perasaan dari segala sesuatu yang sudah lewat. Caranya dengan menyibukkan diri.

7. Buka Lembaran Baru
Tutup kesedihan kamu. Buka lembaran baru dalam kehidupan . Bila merasa marah, kecewa atau hal yang lainnya, mungkin hal tersebut perasaan yang wajar dan normal-normal saja. Tapi tentukan kapan kamu harus melepaskan "masa berkabung" dengan menentukan cita-cita dan harapan baru.

8. Jangan Terburu-buru Mencari Pengganti
Jangan terburu-buru mencari orang lain sebagai pengganti. Tidak adil untuk orang tersebut. Berikan waktu untuk diri kamu supaya pulih terlebih dahulu dan bisa menerima kehadiran seseorang dengan sepenuh hati bukan karena ingin lari dari kenyataan.

9. Jangan Terlalu Obsesif
Jika kamu merasa tidak dapat mencegah diri untuk mengejar-ngejarnya, carilah bantuan secara profesional.

Masa depan kamu terbentang luas. Bangkit dari kesedihan dan Badai pasti berlalu. Dan cita-cita kamu akan mudah dicapai dengan pikiran dan hati yang jernih. Bila belum bisa bangkit dari rasa tersebut, kamu akan ketinggalan satu langkah di belakang dari orang lain.

9 Tanda Cinta Anda Bertepuk Sebelah Tangan

Bertemu dan menjalin hubungan dekat dengan seseorang tak selamanya berakhir dalam hubungan asmara. Si dia menyukai perilaku dan sikap Anda, namun ia tak kunjung menyatakan perasaannya.
Perlakuannya pada Anda lebih seperti seorang teman daripada seorang kekasih. Atau, bisa jadi ia mengetahui sinyal-sinyal yang Anda kirim namun mengacuhkannya.
Agar tak berlama-lama sakit hati, sebaiknya cari tahu apakah hubungan Anda berdua tak lebih dari sekadar teman baginya atau tidak, seperti dikutip dari laman Your Tango.

1. Anda yang selalu memulaiAndalah orang yang paling antusias mengajaknya menonton film romantis atau pergi berlibur. Anda pula yang harus memancing humor dan pembicaraan di antara kalian. Kalau Anda yang selalu mengawali pesan singkat dan telepon, berarti kemungkinan besar hanya Anda sendiri yang jatuh hati padanya.
2. Jika berinisiatif, ia membawa temanWalaupun mengajak Anda pada suatu acara, ia membawa serta teman-temannya sehingga kalian berdua tak mendapat waktu berdua. Mungkin ia hanya menganggap Anda bagian dari temannya.

3. Dia memanggil Anda dengan sebutan 'kawan' atau 'teman'Bisa juga ia memanggil Anda dengan sebutan formal dan tidak mencerminkan panggilan sayang. Berarti, si dia memang tidak tertarik pada Anda.

4. Dia curhat tentang orang lainCurhat tentang perasaannya terhadap wanita lain saat sedang menyukai seseorang tanpa memedulikan perasaan Anda. Ini menunjukkan dia memercayai Anda hanya sebagai teman.

5. Dia mengatur kencan Anda dengan orang lainWalaupun ia mengetahui Anda menyukainya, ia merasa bersalah karena tidak memiliki perasaan sama. Sehingga, ia berusaha menebusnya dengan memperkenalkan Anda dengan orang lain. Jangan menganggap seberapa jauh ia ingin menguji Anda, ia hanya merasa bersalah.

6. Tidak menghiraukan AndaSaat pria menyukai seorang wanita, ia akan berusaha menyentuh, menghibur, menggoda dan mengetahui waktu-waktu khusus Anda. Namun, nyatanya ia tak terlalu peduli kapan Anda tidur atau makanan kesukaan. Dia malah tak pernah melancarkan godaan pada Anda dan menghindari menyentuh Anda.

7. "Kita teman, kan?"Dia sering mengulang-ulang, Anda berdua tetap berteman kendati ada masalah dalam hubungan kalian.

8. Berkencan dengan teman AndaWalaupun Anda telah melakukan hal terbaik untuk menarik hatinya, ia malah memilih teman Anda atau orang yang Anda kenal sebagai teman kencannya.

9. Dia berusaha menghindarSetelah lama tak memberi kabar, dia mendatangi Anda tanpa rasa bersalah dan mengaku menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Jika demikian, tak ada gunanya berniat mengubah perasaannya menjadi cinta pada Anda.
sumber : Viva news

Rabu, 01 Desember 2010

Min Syumuli Islam - Hukum Tidur sebelum Sholat 'Isya dan Berbicara setelah sholat 'isya

   Islam merupakan agama yang universal dan kompleks. Tidak hanya membahas dan mengatur hubungan vertical manusia dengan Tuhannya, tapi juga mencakup ranah tali horizontal antara manusia. Islam datang dari Tuhan yang Maha Berkuasa sebagai jalan kebaikan, kedamaian, kesejahteraan hamba-Nya.

   Islam pun mengatur hukum aktifitas seorang hamba dengan detail dan terperinci, dari hal yang besar sampai yang kecil. Berikut adlah hal kecil namun berdampak besar yang telah di atur dalam khazanah fikih islami. Yaitu bagaimana hukum orang yang tidur sebelum masuk sholat isya' dan ngobrol setelahnya?

   Dalam kitab MinhajAt- Thalibin karangan Imam Nawawi asy-syafi'I rahimahullah di sebutkan makhruh hukumnya tidur sebelum sholat isya' dan berbicara ( ngobrol ) setelahnya. Karena dalam hadits Muttafaq 'alaih rosulullah SAW melarang perbuatan tersebut. Hal ini dilarang karena ditakutkan seseorang tidak dapat melaksanakan sholatnya tepat waktu. Ibnu sholah menambahkan bahwa yang tidur yang dimakruhkan mencakup pada seluruh sholat wajib. Ini pun dimakruhkan jika seseorang tersebut merasa akan terbangun masih pada waktu sholat. Apabila tidak merasa dan yakin akan terbangun maka haram hukumny tidur sebelum sholat.

   Mengenai berbicara setelah sholat 'isya hukumnya adalah makruh. Karena dalam hadits Muttafaq 'Alaih rosulullah melarangnya. 'ilat atau sebab pelarangan dan makrunya berbicara setelah sholat adalah dikhawatirkan akan tidur sampai larut malam sehingga tidak dapat melaksanakan sholat malam dan sholat subuh diwaktunya atau awalnya. Disamping itu, tidur adalah sahabat mati. Mungkin saja seseorang mati dalam tidurnya, karena tak ada makhluk hidup pun yang tau kapan dia mati.

   Adapun maksud pembicaraan atau mengobrol yang dimakruhkan di sini adalah pembicaraan yang mubah seperti berbicara tentang yang tidak penting atau termasuk juga seperti bermain game, chating atau menonton film. Apabila pembicaraan tersebut haram seperti menggunjing, maka lebih di haramkan lagi, mendapat dosa berlapis. Tapi jika setelah sholat 'isya melakukan aktifitas yang baik, seperti membaca atau menghafal qur'an, mambaca buku pelajaran, diskusi keilmuan, menerima tamu yang datang, atau ada hal yang penting untuk di bicarakan maka hal itu tidak dimakruhkan. Begitu juga bagi musafir, tidak dimakruhkan baginya berbicara setelah sholat isya'. Rosullla bersabda : "Laa samara ba'da al-'isya' illa li mushalli aw musaafir" artinya : "tidak ada obrolan setelah 'isya kecuali bagi orang yang shalat dan musafir" H.R Ahmad dalam musnadnya. Wallahu a'lam.